Beranda Umum & Ekonomi Program Grebek RT, Kali Ini Sasar Gang Seroni

Program Grebek RT, Kali Ini Sasar Gang Seroni

12981
0

SANGATTA – Hari Minggu, biasanya dimanfaatkan sebagian orang, untuk dihabiskan bersama keluarga atau denga orang terdekat. Entah sekedar berkumpul atau melakukan aktifitas ringan bersama keluarga. Tapi berbeda dengan Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman, waktu liburnya dimanfaatkannya masyarakat dan komunitas Roda Tiga Sangatta (3R) melakukan kerja bakti melaui program Grebek RT membersihkan lingkungan khususnya parit di jalan Yos Sudarso 1, Gang Seroni, Minggu (6/3/2022).

Ardiansyah didampingi Kepala Bagian Protokol Komunikasi Pimpinan (Prokompi), Basuki Isnawan tersebut, ikut turun tangan membersihkan sampah yang menumpuk, ditambah endapan lumpur di parit sepanjang 500 meter yang memisahkan Rukun Tetangga (RT) 40 dan 07 tersebut.

“ini merupakan kegiatan rutin (Grebek RT) yang kita laksanakan dua minggu sekali,yang melibatkan komunitas dan masyarakat,” ujar Ardiansyah di sela kegiatan.

Melihat secara langsung kondisi dilapangan dan mengingat endapan lumpur yang tidak mungkin dikerjakan secara manual oleh tenaga manusia, ditambah daerah tersebut langganan banjir saat hujan dengan intensitas tinggi, ditempat itu, orang nomor satu di Kutim ini mengatakan akan segera mengintruksikan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) untuk segera menerjunkan alat yang bisa mengeruk lumpur tersebut.

“Nanti kita juga akan bangun turap untuk menahan parit,” sebut suami Siti Robiah ini.

Dalam kesempatan itu, Ardiansyah juga mengapreasi kesadaran yang mulai tumbuh khusunya warga masyarakat di Gang Seroni, yang sudah rutin melakukan kerja bakti untuk menjaga kebersihan. Disamping itu, ia juga meminta agar masyarakat sekitar lebih meningkatkan semangat gotong royong (bersih-bersih) serta mampu mengolah sampah yang berasal dari rumah tangga. Agar bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

“Nanti disini (Gang Seroni) juga akan di latih ibu-ibunya untuk membuat Bank Sampah,oleh komunitas 3R,” jelasnya.

Sebelumnya, Suryadi pengurus RT setempat mengatakan, parit yang semula kedalamanya sedalam 3 meter dan lebar 3 meter tersebut, kini ukuran yang mulai menyempit karena turap (penahan tanah) yang jebol.

“kami juga memerlukan tempat penampungan sampah ditiap rumah warga, agar masyarakat tidak kembali membuang sampah sembarangan,” ungkap Suryadi.(smn5/smn3)

Artikulli paraprakArdiansyah: Isra Mi’raj, Hari Bersejarah bagi Umat Muslim di Dunia
Artikulli tjetërBanjir Kota Barabai Aman, Warga Pahalatan Sudah 4 Bulan Terendam