Beranda Kalimantan Selatan Musim Pancaroba, Warga Diminta Waspada

Musim Pancaroba, Warga Diminta Waspada

13042
0

KANDANGAN – Masyarakat Hulu Sungai Selatan (HSS) dan daerah lainnya di Kalimantan Selatan (Kalsel) diingatkan tetap waspada. Hati-hati terhadap ancaman bencana alam berupa hujan deras yang disertai angin kencang (puting beliung) hari-hari mendatang.

“Saya ingatkan masyarakat HSS dan lainnya untuk tetap waspada akan ancaman bencana alam ini. Sebab, saat ini kita masuk musim pancaroba, atau transisi peralihan musim hujan ke musim kemarau,” ucap Kepala BPBD HSS, Kusairi kepada awak media ini, Kamis (23/6/2022)

Sehari sebelumnya, Kusairi dan puluhan petugas BPBD “ngeluruk” ke Desa Bamban Utara, Kecamatan Angkinang, HSS. Pasalnya, desa di tepi ruas Jalan Trans Kalimantan ini baru saja diamuk angin puting beliung dan hujan deras.

Lantaran itu, Kusairi dan anak buahnya tak hanya mensinkronkan verifikasi 19 buah rumah warga yang rusak, melainkan menyertai kehadiran Bupati HSS, H Achmad Fikry.

Bupati Fikry sendiri ke lokasi bencana ini untuk menyerahkan santunan kematian terhadap keluarga korban yang meninggal tersengat aliran listrik dalam musibah angin puting beliung itu terjadi Senin sore, 20 Juni 2022.

Ancaman hujan deras yang disertai angin kencang seperti di Desa Bamban Utara ini, sebut Kusairi, masih mungkin terjadi di wilayah HSS dan daerah lainnya di Kalsel. Sebab, prakiraan BMKG Kalsel sendiri menyebut puncak musim kemarau terjadi pada Agustus 2022.

Itu artinya, selama transisi atau peralihan musim ini, hujan besar, sedang atau ringan yang disertai kilat, gelegar petir dan angin kencang masih mungkin terjadi. Kejadiannya siang sampai sore hari.

“Ancaman bencana seperti ini yang perlu kita waspadai, harus kita antisipasi sedini mungkin. Kami juga di BPBD HSS selalu update peringatan dini tentang kondisi cuaca Kalsel setiap hari,” tandasnya seraya berharap seluruh lapisan masyarakat mengikuti prakiraan cuaca melalui website BPBD HSS.

Kusairi sendiri belum menguak langkah antisipasinya. Namun, pantauan media ini menyebut, antisipasi dini yang perlu dilakukan itu misalnya membenahi aliran dan sambungan listrik, merapikan atap rumah, atau mengamati pepohonan besar samping/belakang rumah yang mungkin bisa tumbang bila diterpa angin kencang atau puting beliung itu. (smn10)

Artikulli paraprakBidannya Sakit-sakitan
Artikulli tjetërSerunya Off Road Karutan “Banua Anam” di Kawasan Meratus