Beranda Opini Liga Santri, Mencari Pemain Bola Profesional dari Pondok Pesantren?

Liga Santri, Mencari Pemain Bola Profesional dari Pondok Pesantren?

1416
0

Wabup Kasmidi Bulang dan Dandim 0909/Kutim Letkol Czi Heru Aprianto ketika melepas tim sepakbola santri Kutim, untuk ikut Liga Santri tingkat Provinsi Kaltim (wahyu yuliartanto/satumejanews)

Catatan : Wardi

KETIKA Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang dan Dandim 0909/Kutim Lekol Czi Heru Aprianto melepas kontingen sepakbola asal Pondok Pesentren Hizhil Qur an Yaphiqa, saya teringat ketika anak saya yang pertama mondok di Solo, Jawa Tengah. Bayangan saya, ketika memasukkan anak ke pondok pesantren, serius belajar mengaji, al-quran dan bahasa Arab.

Ternyata, setelah masuk ke Pondok Pesantren Modern Assalaam Surakarta, banyak kegiatan yang ada di dalam pondok, termasuk olahraga yang di dalamnya juga ada sepakbola serta futsal. Justru ini menjadi olahraga favorit anak-anak pondok waktu itu, ketika anak saya di sana.

Jadi, jika masyarakat awam berpikir bahwa Pondok Pesantren hanya mengaji saja, ternyata keliru. Banyak kegiatan ekstrakurikuler yang diajarkan oleh ustadz pengasuhnya selama mengikuti pendidikan non formal maupun formal. Terlebih jika Pondok Pesantrennya tergolong modern, tentunya akan lebih moderna juga dalam pengelolannya. Bahkan di bidang teknologi informasi pun tidak kalah dengan sekolah-sekolah formal lainnya.

Sekarang ini, hampir di semua Pondok Pesantren sudah mengubah pola dan manajemennya. Hal ini untuk bisa lebih maju lagi dan menarik santri baru agar mau masuk ke pondok pesantren. Bahkan banyak brosur-brosur atau famplet yang disebarkan di berbagai daerah, dengan berbagai prestasi yang pernah diraih para santrinya.

Kembali ke sepakbola. Turnamen sepakbola antar pesantren se-Kaltim yang digelar pada 8 sampai 11 Agustus 2022 di Samarinda, tentunya memberikan spirit tersendiri bagi para santri untuk berbuat yang terbaik. Turnamen itu sendiri akan diikuti delapan kabupaten/kota se Provinsi Kaltim, termasuk Kutai Timur juga ikut mengirimkan ‘pasukan’ rumput hijau.

Hari ini, Jumat (5/8/2022), kontingan sepakbola santri Kutim dilepas Wakil Bupati Kutim H Kasmidi Bulang dan Dandim 0909/Kutim Lekol Czi Heru Aprianto, di halaman kantor Bupati. Jumat merupakan hari penghulu dari tujuh hari dalam kalender.

Bahkan di sejumlah hadist Nabi Muhammad SAW pun juga banyak membahas tentang hari Jumat. Antara lain, “Hari Jumat adalah ‘tuannya’ semua hari, dan hari yang paling agung. Di mata Allah, hari Jumat lebih agung dari Hari Idul Fitri dan Idul Adha,” (HR al-Baihaqi).

Hadist lain juga menyebutkan : “Sebaik-baik hari yang disinari matahari adalah hari Jumat. Pada hari itu, Nabi Adam AS diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke surga, dan pada hari itu pula ia dikeluarkan darinya. Tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat,” (HR At Tirmidzi).

Dengan dilepasnya tim sepakbola santri yang tergabung dalam tim Yaphiqa FC oleh Wabup Kasmidi dan Dandim pada hari ini, untuk mengikuti turnamen sepakbola di tingkat Provinsi Kaltim, diharapkan mampu berhasil menjadi juara kelak. Bahkan ada sebagian pemainnya yang diambil menjadi tim Kaltim untuk mengikuti turnamen serupa di tingkat nasional.

Saat melepas tim sepakbola santri itu, Wabup Kasmidi yang juga sebagai Ketua ASKab Kutim mengatakan, tak mudah bagi para atlet khususnya para santri ikut berkompetisi serta menerima tanggung jawab yang besar membawa nama Kabupaten di kancah keolahragaan khusunya sepak bola.

“Banyaknya Pondok Pesantren yang ada, ternyata Hizhil Qur an Yaphiqa menjadi pilihan. Kita sudah melihat perkembangan selama ini dan harus ikut,” ujar Kasmidi.

Menurut Kamidi, Pemkab Kutim bersama TNI mensuport secara penuh untuk ikut turnamen liga santri tingkat provinsi Kaltim ini. “Adik-adik harus bisa menunjukan permainan terbaik. Doa masyarakat Kutim hari ini mengiringi kalian semua yang akan bertanding,” ucap mantan anggota DPRD Kutim ini, memberikan semangat dan motivasi.

Dandim 0909/Kutim Lekol Czi Heru Aprianto, pada kesmepatan itu juga memberikan motivasi kepada para santri yang akan ikut turnamen Liga Santri se-Kaltim tersebut. Menurutnya, setelah itu, akan ada Liga Santri tingkat nasional. Untuk itu, dia meminta kepada adik-adik santri bermain yang bagus.

“Yang akan diberangkatkan ke tingkat pusat, diperkirakan pemain-pemain terbaik se-Kaltim. Jadi, tidak menutup kemungkin di anatar kalian ada yang terpilih dan bergabung menjadi tim sepakbola mewakili Provinsi Kaltim. Semua memiliki kesempatan yang sama,” kata Dandim.
Saya bermimpi, ada pemain sepakbola dari pondok pesantren yang memiliki bakat bagus dan menjadi tim nasional. Terlebih dari Kutim atau Kaltim. Tidak menutup kemungkinan hal itu terjadi. Sebab, ada sebagian pemain di Eropa yang muslim dan menonjol.

Dari Liga Santri ini lah, saya berharap bakal muncul bibit pemain baru yang berbakat. Wabup Kasmidi Bulang selaku Ketua Askab, tentunya tidak menutup mata, jika ada pemain yang bagus dari kalangan santri, tentu bisa direkrut menjadi pemain Kutim ke depannya.

Di Kaltim sendiri ada banyak klub sepak bola. Salah satunya Borneo FC yang saat ini juga ikut di Liga I dan sedang berlangsung sekarang. Mudah-mudahan manajemen Borneo FC juga melirik pemain Liga Santri di tingkat Provinsi, siapa tau ada yang bisa direkrut untuk memperkuat tim Borneo FC nantinya.

Bukan tidak menutup kemungkinan, dari Liga Santri itu nanti, muncul pemain sepakbola dari pondok pesantren yang berbakat. Bahkan bisa menjadi pemain bola profesional. Hal ini juga untuk menangkal bahwa Islam selama ini jangan hanya dicap radikal dan garis keras. Islam adalah rahmatan lil alamin, damai untuk semua.

Apakah digelarnya Liga Santri ini menjadi tonggak sejarah bagi Pondok Pesantren di negeri ini, bakal melahirkan pemain bola profesional? Mari kita tunggu bergulirnya Liga Santri yang akan digelar se Nusantara, termasuk di Provinsi Kaltim. (*)

Artikulli paraprakPerempuan Jangan Takut Berpolitik
Artikulli tjetërAsti Apresiasi Sosialisasi Pendidikan Politik Bagi Perempuan