Beranda Kutai Timur 50 anak Ikut “Khitan Bahagia” Garapan Hijabers dan Pemkab

50 anak Ikut “Khitan Bahagia” Garapan Hijabers dan Pemkab

1337
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Guna membantu masyarakat, komunitas yang tergabung dalam Hijabers Community Kutai Timur (HC Kutim), mengelar khitanan massal. Setidaknya ada 50 anak yang ikut “khitan bahagia” tersebut.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Pemkab Kutim itu, digelar di rumah jabatan (Rujab) Wakil Bupati Kutai Timur (Wabup Kutim) Jumat (27/10/2023). Khitanan massal ini dikhususkan untuk anak anak Dhuafa, Hafidz Quran, Anak Guru Ngaji, Anak Yatim, Muallaf, dan ABK (Difabel).

Pada kesempatan itu, Wabup Kutim H Kasmidi Bulang mengatakan, aksi sosial berupa khitanan massal gratis bagi anak-anak tanpa dipungut biaya ini patut diapresiasi dan didukung.

“Kami akan terus mendukung dan mensupport komunitas-komunitas yang menggelar aksi sosial. Terlebih khitan ini merupakan metode terbaru yakni Metode O-Saler, Combo Sealer dan Tekno Sealer.  Tim Medis Khitan diundang langsung dari Jawa,” ujar Kasmidi Bulang didampingi istri yang juga Wakil Ketua 1 TP PKK Kutim Hj Satriani. 

Sedangkan Halim Wijaya, selaku Ketua Tim Khitan dari Kota Malang menjelaskan, sunat  dengan metode paling modern yaitu Metode O-Saler, Combo Sealer dan Tekno Sealer. Menurut Halim Wijaya, metode techno sealer memiliki perbedaan dengan metode konvensional, terutama pada proses penyembuhan pasca-sunat.

Metode techno sealer proses penyembuhannya jauh lebih cepat dibandingkan dengan metode konvensioanal. Selain itu, metode techno selaer juga tidak menggunakan jahitan sama sekali. Ini sangat berbeda dengan metode konvensional pada umumnya yang selalu menggunakan jahitan.

“Metode yang kami gunakan yaitu metode paling modern yakni techno sealer. Jadi metode ini menggunakan molding system atau cetakan, setelah itu diberikan semacam lem kulit dan tanpa jahitan. Sehingga anak-anak pasca sunat pun lebih nyaman. Proses penyembuhannya pun lebih cepat dan nyaman,” ucap Halim Wijaya Ketua Tim Khitan.

Ketua Hijabers Kutim, Munirah Masse mengatakan, acara ini berhasil digelar berkat dukungan dari Pemerintah Kutim, dalam hal ini Wabup Kasmidi.

“Alhamdulillah ini kali pertama kami menggelar Khitan Bahagia, didukung penuh dari dana Hibah Pemkab yang diperuntukkan dari Pak Wabup,” ungkapnya saat ditemui di sela acara.

Satu bulan penuh agenda tersebut digagas oleh panitia internal Hijabers. Perempuan berhijab itu menyebut Khitan Bahagia menyasar 50 anak di Kutim.

“Kami belum mengadakan kegaiatan ini untuk umum. Sekarang masih khusus untuk anak-anak duafa, anak guru ngaji, anak kurang mampu, disabilitas, anak Hafidz Quran, mualaf, dan anak yatim,” beber ia.

Untuk mempersiapkan agenda ini, pihaknya enggan untuk asal memilih. Timnya bahkan mengundang secara khusus tim medis khitan modern dari Jawa.

“Tim medisnya kami datangkan langsung dari Jawa, dengan menggunakan metode sunat modern, tidak pakai perban, tidak menggunakan jarum suntik, tidak dijahit,” jelas Meni (sapaan karibnya).

Khitan Bahagia ini menggunakan metode o sealer, combo sealer dan tekno sealer. Ketiga metode tersebut akan disesuaikan dengan kondisi pasien dan ditentukan oleh medis tim sunat.

Dia berharap agenda ini tetap dilaksanakan setiap tahunnya. Bahkan mampu bersinergi dengan banyak pihak dan dapat menyentuh kecamatan-kecamatan lain.

“Harapannya setiap tahun pemerintah bisa bekerjasama dengan Hijabers dan bisa dilaksanakan ke tiap kecamatan,” imbuhnya. (adv)

Artikulli paraprakBupati Ardiansyah Hadiri Pisah Sambut Kapolda Kaltim
Artikulli tjetërKecamatan Tenggarong Telah Lakukan Pelatihan bagi 500 Pelaku UMKM

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini