Beranda Pendidikan Ibu Menjadi Madrasah Pertama Bagi Calon Generasi

Ibu Menjadi Madrasah Pertama Bagi Calon Generasi

210
0

Satumejanews.id. KUKAR – Perempuan memiliki peran penting dalam kehidupan. Kelebihan yang dimiliki perempuan sejak mengandung, melahirkan, memelihara hingga mendidik anak menjadi tugas yang tidak mudah. Ibu menjadi madrasah pertama bagi calon generasi bangsa.

Hal tersebut disampaikan Psikolog Klinis Siti Mahmudah Indah Kurniawati, S.Psi saat jadi pembicara di Komunitas Emak Perduli Anak (Kemak) di Kecamatan Sebulu Kabupaten Kutai Kartanegara,  Sabtu (29/10/2022).

Pemilik praktek mandiri biro psikolog ‘Inka Alzena’ ini menjelaskan, peran perempuan bukan hanya pada fungsi sebagai istri yang taat pada suami. Namun juga dapat mengganti peran suami dalam pemenuhan ekonomi. Banyaknya perempuan yang saat ini berkarir menjadi bukti bahwa perempuan dapat menjadi multitasking (tugas ganda)

“Perempuan dapat bekerjasama dan meringankan beban pasangan, namun perempuan memang menjadi makhluk yang lemah dan tidak suka dibentak,” sambung Nia sapaan akrab Siti Mahmudah Indah Kurniawati, S.Psi.

Ia menyampaikan, daya tahan emosional yang dimiliki perempuan justru lebih besar dari laki-laki. Karena perempuan memiliki kekuatan melalui air mata, secara emosional air mata dapat mengurangi rasa kecewa yang dirasakan. Sehigga setelah menangis, perempuan merasakan perasaan lega.

“Justru laki-laki memiliki tingkat depresi yang tinggi, bahkan keinginan bunuh diri justru banyak dirasakan oleh laki-laki. Karena jarang ditemukan laki-laki menangis saat ada masalah,” ungkap Nia.

Ditambahkan, perempuan sebaiknya menjadi tempat yang nyaman untuk suami bercerita. Pentingnya perempuan belajar tentang komunikasi keluarga dapat menjadi tempat ternyaman pasangan dan anak untuk mencurahkan isi hati.

“Komunikasi keluarga yang dibangun dapat menjadi dasar hubungan yang harmonis,” sambungnya.

Menurut penelitian, ungkap Nia, perempuan dapat mengeluarkan lebih dari 20.000 kata dalam sehari. Sementara laki-laki hanya mengeluarkan 7.000 kata dalam sehari. sehingga kemampuan berbicara perempuan lebih banyak dibanding laki-laki.

“Perempuan yang senang berbicara lebih baik belajar menempatkan diri, salah satunya dengan mengobrol dengan teman atau komunitas diskusi. Bukan justru hanya pandai berdebat dengan pasangan,” ucap psikolog berkaca mata ini, diiringi tawa anggota ‘Kemak’ – sebuah komunitas pertama di Kaltim yang fokus pada kesehatan mental perempuan, yang aktif mensosialisasikan pentingnya kesehatan mental.

Perempuan berhijab ini menuturkan perempuan memiliki instink yang tajam serta perasaan yang peka. Perempuan juga memiliki karakter senang mendengar dan menyukai kehadiran. Nia mencontohkan, saat perempuan mengetahui pasangannya berada dekat dengan dirinya, maka perempuan akan merasa nyaman. Namun sebaliknya, perempuan akan gelisah saat pasangan berada jauh dari pandangannya.

Suami dan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung istri. Penyebab munculnya masalah kesehatan mental yang dialami perempuan juga dapat disebabkan masalah internal dalam diri istri saat mampu berperan ganda dalam rumah tangga, dan juga kurangnya dukungan suami dan keluarga dekat.

“Perempuan mulai merasakan gangguan tidur, gangguan pola maka dengan mudah merasa kenyang, tidak sempat mengurus diri, merasa tidak dapat menjadi istri yang baik bagi pasangan dan anak, sensitif dan mudah marah serta tidak memiliki kedekatan secara emosional dengan anak maka harus segera dikonsultasikan, Itu sudah menjadi ciri-ciri gangguan kesehatan mental,” ungkapnya.

Nia menyarankan perempuan untuk dapat menjaga kesehatan mental dengan berolah raga, mencari dukungan melalui orang terdekat atau bergabung dengan komunitas, memiliki kualitas waktu untuk diri sendiri dan melakukan konsultasi ke psikolog/psikiater saat memang sudah dibutuhkan.(*/sm)

Artikulli paraprakGilang Mundur dari Presiden Arema FC
Artikulli tjetërPeringati HUT Humas Polri ke 71, Polres Batu Berbagi ke Lansia

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini