Beranda Pariwisata April Mendatang, Liebherr T 282 B Dipastikan Telah Terpajang di Bukit Pandang...

April Mendatang, Liebherr T 282 B Dipastikan Telah Terpajang di Bukit Pandang Sangatta

14414
0

SANGATTA, Satumejanews – Rencana monumen ikon tambang Sangatta, oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC) berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur bakal segera terwujud.

Pemajangan Dump Truck merk Liebherr T 282 B yang memiliki berat 237 ton, yang ditempatkan di taman Bukit Pandang, Bukit Pelangi Sangatta diperkirakan April mendatang telah selesai perakitannya.

Hingga kini, sedang dilakukan proses perakitan kembali dump truck terbesar di dunia itu, setelah selesai pemindahannya dari tango delta wilayah terbatas PT KPC belum lama ini.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang mengatakan, monumen tambang itu sebagai media untuk memperkenalkan Kutim kepada masyarakat luas. Sebagaimana Kutim dikenal tempat tambang batubara terbesar.

“Bisa saja anak-anak kita yang sekolah di STM (Sekolah Teknik Menengah) datang kesini (Bukit Pandang) dan ini menjadi media untuk memperkenalkan Kutim ke masyarakat di luar Kutim,” tuturnya belum lama ini, Rabu (2/2/2022).

Terkait pemilihan tempat, Kasmidi menjelaskan, sebelumnya Polder Ilham Maulana menjadi tempat untuk monumen, namun karena kondisi tanah tidak stabil. Tidak mendukung untuk peletakan alat berat tersebut.

“Sebelumnya, kita pernah melakukan peletakan batu pertama di Polder. Oleh bapak Bupati yang lama yaitu Pak Ismunandar pada saat itu. Namun setelah kita kaji dan penelitian, kedalaman 30 meter pun kita belum dapat tanah yang keras sebagai penompang,” jelasnya.

“Artinya apa, tanah tersebut sangat labil dan kita tahu Polder itu rawa yang ditimbun, berbeda disini (Bukit Pandang),” lanjut Kasmidi.

Terakhir, Kasmidi berharap dengan hadirnya wajah baru Bukit Pandang, tentu akan menambah tempat wisata baru untuk masyarakat Kutim. (snm4/smn3)

Artikulli paraprakHebat ! Empat Motif Batik Kutim Telah Dapat Hak Cipta
Artikulli tjetërKejaksaan Negeri Kutim, Berhasil Kembalikan Uang Rp 1 Miliar ke Kas Daerah