Beranda Opini Haji Karmin Laonggeng

Haji Karmin Laonggeng

652
0

H Karmin bersama istri dan kedua putranya.

Catatan Rizal Effendi

KETIKA masih menjadi wali kota, saya agak kaget ketika dilapori Haji Karmin Laonggeng, SE terpilih sebagai ketua Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) masa bakti 2019-2024. Saya tidak begitu mengenal tokoh ini. Juga tidak tahu banyak aktivitas keseniannya. Tapi belakangan saya baru tahu ternyata Haji Karmin, panggilan akrabnya, punya komitmen yang tinggi memajukan DKB. Dia memang pelaku seni, pengusaha, dan politisi.

Sebagai gebrakan awal kepengurusannya, Haji Karmin menggelar Balikpapan Manuntung Art Festival. Itu arena yang menampilkan seni budaya Balikpapan dan Kaltim. Sangat sukses. Bahkan dia bertindak sebagai produser ketika memanggungkan Putri Ronggeng, yang banyak dipuji.

Tokoh kelahiran Rappang, Sulsel ini baru saja berulang tahun ke-60, tanggal 10 Agustus lalu. Menikah dengan Hajjah Wiyatin, dia dianugerahi 2 anak. Penampilannya terbilang kalem, tapi orang tahu dia pekerja keras dan mempunyai semangat memajukan dan menyejahterakan orang banyak. “Bekerja penuh sukacita, itu motto hidup saya,” kata Haji Karmin.

H Karmin menerima penghargaan APINDO Award dari Gubernur Kaltim diwakili Kadisnaker Ronzani

Sayang saya tidak bisa hadir pada acara syukuran sekaligus pengajian di kediamannya di kompleks Balikpapan Baru, Sabtu (13/8) lalu. Haji Karmin rutin mengundang KH Ahmad Sanusi Ibrahim dari Tabalong, Kalsel, yang akrab dipanggil Guru Jaro.
Ketika saya hadir dalam pengajian sebelumnya bersama mantan ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong (ABS), Guru Jaro senang sekali. Sebelumnya kami sudah akrab dengan kiai yang sangat kharismatik ini. “ABS dan Pak Rizal sudah lama saya kenal,” kata Guru Jaro. Bahkan Guru masih ingat suara ABS yang begitu lantang ketika memberikan sambutan.

Haji Karmin sendiri ternyata sangat mendalami masalah agama. Sangat lancar mengutip berbagai ayat Alquran. Pengetahuan keagamaannya terbilang dalam. Saya sempat kaget ketika diundang peresmian Masjid Al Ghafur di Jalan Telaga Mas, Batakan, beberapa waktu lalu. Masjid bernilai Rp 5 miliar lebih itu, ternyata pembangunannya sepenuhnya dibiayai oleh Haji Karmin. “Ini amanah keluarga,” katanya merendah.

Ketua Masjid Al Ghafur, Mukiran, SPd, MM mengaku kaget ada seorang pengusaha yang begitu perhatian membangun rumah Allah. “Kami warga di sini seperti mendapat anugerah hidayah bisa memiliki masjid sebagus ini. Kami hanya bisa berdoa agar Haji Karmin selalu dijaga Allah, panjang umur dan terus dimurahkan rezekinya,” kata mantan ketua PGRI ini.
Pada Hari Raya Iduladha 1443 Hijriah, Juli lalu, Haji Karmin banyak melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Salah seekor sapi kurbannya diserahkan kepada panitia kurban Masjid Agung At Taqwa, di mana saya sebagai ketua umum. “Berkurban perintah Allah kepada kita untuk berbagi dengan orang di sekeliling kita yang tidak mampu,” jelasnya.

Kedermawanan Haji Karmin ini tidak terlepas dari perkembangan usahanya yang terus maju. Di bawah bendera ARCO Group (PT Abadi Raya Commerce), Haji Karmin mengembangkan usaha di bidang catering, cleaning service, jasa pengamanan (security) sampai pengadaan sembako. ARCO melayani kebutuhan berbagai usaha pertambangan, minyak, dan batu bara serta lainnya di wilayah Kalimantan. Tidak kurang 3.000 pekerjanya. Sangat banyak.

LAYAK DI PILKADA
Haji Karmin sepertinya punya persahabatan yang dalam dengan ABS. Berkat dukungan ABS dia menjadi ketua DKB. ABS ketika menjadi ketua dewan memang banyak memberikan perhatian terhadap kiprah DKB. Selain dia juga seniman, pengarang dan pembaca puisi yang unik.

Mereka sempat bersama-sama mengawal Partai Berkarya (Beringin Karya) Kaltim, yang sekarang di DPP-nya diketuai Mayjen TNI (purn) Muchdi Purwoprandjono (PR). Muchdi pernah menjadi Pangdam VI/Mulawarman masa bakti 1997-1998. Kabarnya Muchdi juga punya usaha di daerah ini dalam bidang pertambangan dan perkebunan.
Ketika ABS kembali ke Golkar, Haji Karmin tetap konsisten mengawal partai ini. Sekarang dia menjadi ketua DPW Partai Berkarya Kaltim. “Insyaallah Partai Berkarya lolos verifikasi KPU dan punya wakil di parlemen,” katanya bersemangat.

Saya belum tahu apakah Haji Karmin mencalonkan diri sebagai wakil rakyat atau tidak. Tapi beberapa pendukungnya mengusulkan agar Haji Karmin di Pemilu serentak tahun 2024, ikut mewarnai. Bisa di pemilihan gubernur atau wagub Kaltim, bisa juga di pemilihan wali kota Balikpapan. “Ketokohan dan kemampuan beliau sangat layak menjadi pemimpin kita di masa depan,” kata Pak Dullah, seorang pedagang di Pandan Sari.

Dalam acara APINDO Award di Hotel Platinum, Minggu (21/8) malam, Haji Karmin terpilih sebagai salah seorang tokoh pengusaha yang mendapat penghargaan. “Kiprahnya di dunia usaha sangat baik, hubungannya dengan APINDO dan pekerja juga harmonis. Karena itu dia sangat layak kita beri penghargaan,” kata Ketua APINDO Kaltim, Slamet Brotosiswoyo.

Saya yang juga mendapat penghargaan yang sama memberi ucapan selamat kepada Haji Karmin. “Insyaallah saya akan menghadiri launching buku Pak Rizal ‘Bukan Pak Wali Lagi.’ Selamat dengan bukunya, luar biasa,” katanya. Selamat ulang tahun Pak Haji. Maju dan terus berkarya.(*)

Artikulli paraprakPemerintah Sampaikan Raperda Pedoman Tata Kearsipan ke DPRD
Artikulli tjetërPenyusunan Perda Harus melalui Tiga Pendekatan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini