Beranda Kominfo Kutim DPMDes Bakal Turun Lapangan Tindaklanjuti 17 Segmen Batas Desa

DPMDes Bakal Turun Lapangan Tindaklanjuti 17 Segmen Batas Desa

346
0

Kepala Bidang Penataan Desa DPMDes Kutim, Fadliansyah.

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Batas Desa di Kutai Timur (Kutim) yang belum tuntas, bakal ditelurusi ke lapangan, untuk segera diselesaikan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMDes), bakal turun ke lapangan menindaklanjuti hal tersebut, terutama 17 Segmen batas desa yang masih membutuhkan penyelesaian.

Hal itu disampaikan Kepala Bidang Penataan Desa DPMDes Kutim, Fadliansyah. Menurutnya,  berdasarkan hasil verifikasi tim, terdapat 17 segmen batas desa yang masih membutuhkan penyelesaian.

“Dari hasil verifikasi, ada 17 segmen desa yang perlu penyelesaian batas desa. Itu yang akan kami tindaklanjuti, termasuk semua batas desa,” ujarnya.

Menurutnya, penyelesaian batas desa membutuhkan penelusuran langsung di lapangan untuk memastikan titik-titik batas yang masih menjadi persoalan. Karena itu, DPMDes bersama unsur terkait menyiapkan tim gabungan untuk melakukan penyusuran terhadap sejumlah segmen.

Rencananya, tim akan turun ke lapangan pada 21 hingga 25 September 2026. Pada tahap awal, terdapat beberapa titik yang akan menjadi sasaran penelusuran, khususnya di wilayah sekitar Kecamatan Muara Ancalong.

Fadliansyah menjelaskan, tim yang terlibat dalam penanganan batas desa terdiri dari sejumlah unsur, di antaranya Pemerintahan Desa, DPMDes serta Dinas Pertanahan. Namun, untuk kegiatan penelusuran lapangan kali ini, personel yang diturunkan akan berasal dari unsur pemerintahan desa dan DPMDes.

“Yang turun ini tim gabungan, salah satunya dari pemerintahan, DPMDes dan pertanahan. Untuk yang turun ke lapangan, teman-teman dari pemerintahan desa bersama DPMDes,” jelasnya.

Ia menambahkan, penelusuran tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mempercepat penyelesaian batas desa, sehingga persoalan yang masih tersisa dapat segera ditindaklanjuti berdasarkan hasil verifikasi dan kondisi di lapangan.

Fadliansyah menyebut sejumlah desa yang masuk dalam rencana penelusuran berada di kawasan sekitar Long Tesak, Gemar Baru, Long Nah dan Muradun.

Namun, penyelesaian seluruh 17 segmen tetap akan dilakukan secara bertahap sesuai hasil verifikasi dan kesiapan tim di lapangan. (adv/sm2)