Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Pranata.

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong pengembangan investasi dengan memanfaatkan potensi yang tersebar di 18 kecamatan.
“Kita sedangkan melakukan pemetaan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah sebagai dasar dalam membuka peluang investasi yang lebih terarah dan merata,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Novian Pranata.
Dikatakan, setiap kecamatan memiliki karakteristik serta potensi yang berbeda. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam menyusun arah pengembangan investasi sesuai keunggulan wilayah.
Menurutnya, pengembangan investasi di Kutim tidak semestinya hanya bertumpu pada sektor pertambangan. Potensi pertanian, perkebunan, perikanan dan kelautan, kehutanan, pariwisata hingga industri pengolahan memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.
“Potensi kita tersebar di seluruh kecamatan. Karena itu, bagaimana potensi tersebut kita petakan, kemudian kita tawarkan kepada investor sesuai dengan karakteristik dan keunggulan masing-masing wilayah,” ujar Novian.
Pemetaan tersebut antara lain memperlihatkan kawasan hulu Kutim yang memiliki kekuatan pada sektor pertanian dan perkebunan. Sejumlah wilayah juga memiliki potensi peternakan, perikanan serta pengembangan industri pengolahan yang dapat diarahkan untuk menghasilkan nilai tambah bagi komoditas lokal.
Sementara di kawasan pesisir, peluang pengembangan perikanan, kelautan, pariwisata dan ekonomi berbasis pesisir menjadi salah satu potensi yang dapat terus didorong. Kawasan Sangatta dan sekitarnya juga memiliki posisi strategis sebagai pusat aktivitas perdagangan dan jasa.
Di sisi lain, kawasan selatan dan timur Kutai Timur memiliki peluang yang berkaitan dengan pengembangan industri dan kawasan ekonomi, termasuk keterkaitannya dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta Trans Kalimantan. Pemerintah daerah juga telah mengatur sejumlah kawasan industri di beberapa kecamatan sebagai bagian dari arah pengembangan wilayah.
Novian menegaskan, pemetaan potensi yang bisa di akses melalui laman https://peta-potensi-kaltim.my.canva.site/kutai-timur-potensi tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai informasi, tetapi menjadi instrumen untuk mempertemukan potensi daerah dengan kebutuhan dan minat investor.
“Jadi bukan hanya kita mengatakan Kutai Timur punya potensi, tetapi harus jelas potensi itu berada di mana, apa yang bisa dikembangkan, siapa yang bisa mengelola dan bagaimana peluang investasinya,” katanya. (adv/sm2)

























