Beranda Kutai Timur Rembuk Budaya Gelaran Disbud Kutim, Topang Kesiapan Sail Sangkulirang

Rembuk Budaya Gelaran Disbud Kutim, Topang Kesiapan Sail Sangkulirang

905
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Dalam upaya memajukan budaya di daerah Kutai Timur (Kutim), Dinas Kebudayaan (Disbud) Kutim kembali menggelar kegiatan Rembug Budaya 2022. Acara dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Tejo Yuwono mewakili Bupati Kutim di Cafe and Resto Teras Belad, Rabu (9/11/2022) pagi.

Dalam kesempatan itu, Tejo Yuwono menegaskan dalam rembug budaya ini harus menghasilkan kesiapan Kutim untuk menunjukkan identitasnya dalam rangkaian Sail Sangkulirang kelak. Sudah dua kali rembuk budaya dihelat, akan tetapi sejauh mana rekomendasi-rekomendasi itu telah terlaksana. Jadi harus ada progres bukan hanya sekadar berembug saja.

“Sebuah budaya itu harus ada, identitas yang jelas. Mulai keunikan yang mampu menarik masyarakat, wisatawan dan lain sebagainya,” jelas Tejo di hadapan Anggota DPRD Kutim Yan Apuy, perwakilan Forkopimda, perwakilan kepala OPD, tokoh adat, tokoh masyarakat dan undangan lainnya.

Ada sebuah daerah yang mampu mengenalkan daerahnya melalui budaya, sambung Tejo, yakni Yogyakarta yang mampu mengemas keunikan budayanya. Sehingga terangkat nama Yogyakarta. Kemudian Bandung, walaupun terkenal makanannya tetapi Bandung memiliki khas tarian daerah Bandung. Selanjutnya yang paling fenomenal adalah  Bali. Apapun kegiatan upacara selalu menjadi sorotan dari semua pihak.

“Mereka bisa mengangkat budayanya karena identitas budayanya unik. Untuk Kutim ini sudah memiliki budaya yang jelas. Contoh kecilnya adalah menyanyikan Mars Kutim, itu adalah salah satu budaya,” bebernya.

Ia berharap sesuai rembug ini semua budaya di Kutim yang belum terekspos, dapat ditampilkan dalam even Sail Sangkulirang nantinya.

Sebelumnya, Plt Kadis Kebudayaan M Rodiansyah menyampaikan rembug budaya kali ini mengangkat tema “Kesiapan Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan, Dalam Rangka Partisipasi Kegiatan Sail Sangkulirang 2024”. “Diharapkan dalam rembug budaya ini para budayawan dan penggiat seni dapat memberikan saran dan kritik sebagai acuan kami dalam melaksanakan program yang digadang untuk berpartisipasi dalam Sail Sangkulirang mendatang,” pungkasnya. (adv/sm4)

Artikulli paraprakRembuk Budaya 2022 Fokus Ekspos Kesenian dan Kebudayaan Kutim di Sail Sangkulirang
Artikulli tjetërAkhir Tahun 2022, Disbud Kutim Genjot Seluruh Kegiatan Kebudayaan dan Kesenian

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini