Beranda Hukum Tersangka Pembunuhan Lim Serahkan Diri, Kapolres HST Apresiasi Petinggi Adat Dayak Meratus

Tersangka Pembunuhan Lim Serahkan Diri, Kapolres HST Apresiasi Petinggi Adat Dayak Meratus

17948
0

BARABAI – Dua hari usai melukai korban Lim hingga tewas, tersangka pelaku pembunuhannya menyerahkan diri ke polisi. Dialah tersangka Ts alias Bs (37) yang kini sudah mendekam di tahanan Polres HST di Kota Barabai, Kalsel.

“Benar, tersangka pelakunya sudah menyerahkan diri. Sekarang tersangka Ts alias Bs kita amankan di Polres HST,” ungkap Kapolres HST, AKBP Sigit Hariyadi melalui Kasubsi PIDM Humas, Aipda Muhammad Husaini saat menjawab awak media ini, Sabtu (28/5/2022).

Pak Husai menyebut, tersangka Ts menyerahkan diri ke polisi hari Kamis (26/5/2022) sekira pukul 11.00 WITA. Berselang dua hari seusai dia terlibat duel bersenjata parang dengan korban di Datarlaga Desa Murung B, Hantakan, yang masuk kawasan pegunungan Meratus itu.

Penyerahan diri tersangka ini, sebut Husaini, tak lepas dari berbagai upaya pendekatan yang dilakukan Polres HST dan Polsek Hantakan. Tidak hanya ke pihak keluarganya, tapi dengan bantuan petinggi adat di sana.

“Pak Kapolres patut mengapresiasi besarnya bantuan para tokoh adat di sana, sehingga tersangka mau menyadari perbuatannya dan siap menyerahkan diri,” urai Pak Husai.

Menurut Husai, tersangka Ts alias Bs, warga Datarlaga itu masih menjalani proses pemeriksaan intensif. Sedang penerapan ancaman hukuman tersangka melanggar ketentuan pasal 338 KUHP atau pidana pembunuhan.

Geger pembunuhan itu seperti diberitakan beragam medsos terjadi saat gelaran “Aruh Adat” Dayak Meratus, Selasa malam, 24 Mei 2022, sekira pukul 19.10 WITA.

Ketika itu, korban Lim, warga Desa Haruyan Dayak, Hantakan, baru saja terlibat perselisihan pembayaran uang taruhan atau pasangan judi dadu dengan pemilik lapak berinisial Jam.

Keributan Lim — Jam di arena judi yang dompleng pada Aruh Adat Dayak Meratus ini coba diredam Panlak Aruh Adat. Tapi, Lim tak mau terima perdamaian secara adat.

Lim kembali ke gelaran ritual adat, dan bertemu Ts. Cekcok mulut pun tak terelakkan. Lim yang tersulut emosi langsung mencabut parang di pinggang, dan Ts yang merasa
tertantang mengambil parang pula.

Sontak terjadilah pertikaian bersenjata parang itu, dan warga gempar. Celakanya, Lim yang bernafsu membunuh malah kena tebasan parang Ts di bagian perut hingga jatuh terkapar berlumur darah. Korban tewas beberapa saat kemudian di Puskesmas Hantakan. (smn10).

Artikulli paraprakSiti Rizky Amelia Terpilih Jadi Ketua PERBASI Kutim Periode 2022-2026
Artikulli tjetërTidak Merokok 24 Jam