Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Koperasi Perhutani Agro Bengalon menggelar acara tasyakuran panen perdana ayam potong dari kandang berkapasitas 8.000 ekor di Desa Tepian Baru, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Rabu (02/09/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui sektor peternakan.
Kegiatan itu dihadiri Wakil Bupati kutim Mahyunadi,Kepala Dinas Koperasi Marhadyn, Kepala Desa Tepian Baru Edi Supriyanto, penyuluh pertanian lapangan (PPL), tokoh masyarakat, tim Bengalon Community Relations and Development (BCRDD) PT KPC dan warga sekitar untuk mengikuti prosesi panen bersama tersebut.
Dalam laporannya, Ketua Koperasi Perhutani Agro Bengalon, Luki Harsono,menyampaikan, kandang ayam potong ini dibangun melalui dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Kaltim Prima Coal (KPC) dan diserahterimakan pada 27 Juli.
“Tahun ini, pada usia panen 29 hari, ayam kita mencapai bobot rata-rata 1,9 hingga 2 kilogram. Harapan kita, usaha ini akan terus maju dan menghasilkan untung yang lebih banyak. Terima kasih KPC telah membantu kepada kami untuk pembuatan kandang ini,” ujar Luki.

Ke depannya, pihaknya berharap bisa mengembangkan hilirisasi produk, seperti pengolahan ayam potong menjadi produk frozen (beku) agar mampu menembus pasar modern secara lebih higienis. Selain itu, pemanfaatan limbah pertanian seperti dedak dari hasil cetak sawah seluas kurang lebih 300 hektar di Bengalon serta bungkil sawit lokal diharapkan dapat diracik menjadi pakan alternatif mandiri.
Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi mengapresiasi langkah kolaboratif antara PT KPC, pemerintah, serta masyarakat. Menurutnya, sektor peternakan dan ketahanan pangan memiliki peran strategis bagi kemandirian daerah di tengah tantangan ekonomi nasional.
“Pemerintah daerah terus mendorong berbagai terobosan untuk memperkuat ketahanan pangan, termasuk sektor peternakan dan pertanian. Kami berterima kasih kepada PT KPC yang telah membantu masyarakat melalui program CSR-nya, dan berharap ke depan semakin banyak kelompok tani atau koperasi yang mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Melalui keberhasilan panen perdana ini, Koperasi Perhutani Agro Bengalon diharapkan mampu menjaga keberlanjutan siklus produksi sekaligus menjadi Langkah awal kemandirian ekonmi dan kemajuan sektor peternakan di Kecamatan Bengalon.(*/sm4)
























