Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Suasana di Kantor Camat Long Mesangat, Desa Sumber Sari, terasa berbeda pada Selasa (8/9/2026) siang. Bukan hanya rapat koordinasi biasa, tetapi ada semangat gotong royong yang terpancar dari para peserta yang hadir. Layanan jemput bola dari Dinas PPKB Kutim ke kecamatan ini menjadi momen penting dalam upaya menekan angka stunting di wilayah tersebut.
Sekretaris Dinas PPKB Kutim, Jumran, yang mewakili Pelaksana Harian Kepala Dinas, menegaskan penanganan keluarga berisiko stunting membutuhkan kolaborasi semua pihak.
“Bukan hanya tugas kami di dinas. Tanpa kolaborasi yang baik, semua tidak akan berjalan dengan baik,” ujarnya di hadapan para peserta.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA), terdapat 109 Kepala Keluarga (KK) di Kecamatan Long Mesangat yang masuk dalam kategori Keluarga Risiko Stunting (KRS). Jumlah ini tersebar di delapan desa, dengan rincian Desa Sumber Agung mencatat angka tertinggi 44 KK, disusul Desa Tanah Abang 16 KK, Desa Segoy Makmur 12 KK, Desa Sika Makmur 11 KK, Desa Melan 11 KK, Desa Mukti Utama 8 KK, dan Desa Sumber Sari 7 KK.
Camat Long Mesangat, Rapichin, menyambut hangat kedatangan tim dari DPPKB. Dalam sambutannya, ia mengingatkan pentingnya pemahaman yang tepat tentang istilah “risiko stunting” di kalangan masyarakat.
“Resiko artinya punya potensi berisiko. Kalau tidak ditangani bisa stunting, tapi kalau ditangani bisa tidak stunting. Ini pemahaman yang perlu disosialisasikan,” jelasnya.
Rapichin juga mengungkapkan fakta menarik di lapangan, beberapa warga merasa malu jika namanya tercatat sebagai keluarga risiko stunting.

“Bahkan ada yang tidak mau datang ke posyandu karena malu. Padahal stunting bukan penyakit menular, justru kalau masih bisa ditangani kita harus rutin memantau,” tambahnya.
Kegiatan ini dihadiri Forkompincam, Babinsa, Bhabinkamtibmas, TP-PKK kecamatan, para kepala desa, perusahaan sekitar, serta penyuluh KB ini juga menjadi ajang silaturahmi. Acara puncak adalah penyerahan simbolis Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Baznas Kutim untuk 10 keluarga risiko stunting.
Acara juga dirangkai dengan edukasi oleh Kabid Pengendalian Penduduk DPPKB Kutim, Tristiningsih, memberikan materi tentang layanan penanganan KRS, sementara Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Ani Saida, memaparkan perkembangan program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting. (*/sm4)



























