Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Guna mengantisipasi terjadinya kenalakan remaja yang lebih luas, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) berkolaborasi dengan PT kaltim Prima Coal (KPC) menggelar Pembekalan dan Pengakderan Tutor Sebaya” di kalangan pelajar, terutama SMA Neger 1 Sangtta Selatan dan SMA Negeri 2 Sangatta Selatan.
Kegiatan yang berlangsung di REchall Prima (Wisma Prima) Kamis (13/8/2026) itu, menghadirkan empat pemateri, terkait dengan kenakalan remaja dan tingkatannya. Selain itu, juga diberikan pengetahuan tentang menjaga kesehatan fisik dan organ reproduksi, penanaman nilai agama serta pengajaran untuk menumbuhkan empati pada temen-teemn yang ‘berbeda’.
“Kami harap anak-anak bisa lebih paham dan mengerti bagaimana cara menjadi tutor sebaya yang mampu berperan aktif di sekolah untuk membantu teman-teman sebayanya yang membutuhkan,” ungkap Yessi Filina, guru Bimbingan Konseling (BK) SMAN 1 Sangatta Selatan yang juga menjadi salah satu pemateri dalam kegiatan tersebut.

Siswi dan siswa kelas 10 hingga 12 yang terpilih untuk mengikuti program ini dipersiapkan untuk menjadi individu yang kritis secara sosial dan penuh empati dalam bergaul di lingkungan teman sebaya. Hal ini diharapkan dapat mempengaruhi remaja lain untuk menciptakan lingkungan pertemanan yang baik, sebagai salah satu strategi dalam mereduksi kenakalan remaja.
PT Kaltim Prima Coal (KPC) mendukung kegiatan ini dengan memfasilitasi tempat kegiatan serta mendatangkan dokter dan psikolog ahli untuk mengisi materi mengenai kesehatan fisik dan kesehatan mental, untuk membekali para murid dalam proses pengembangan diri sebelum akhirnya berdampak bagi sesama. Di antaranya adalah dr Diah Fita Sari, MPH, yang merupakan Wellness Program Manager dan dokter di KPC.
“Kegiatan ini untuk memberikan pembekalan kepada siswa-siswi SMAN 1 Sangatta Selatan dan SMAN 2 Sangatta Selatan agar mereka dapat menjadi agent of change dalam lingkungan sekolah. Khususnya di lingkungan pertemanan remaja. Semoga program ini bisa dicontoh sekolah-sekolah lain, terutama di wilayah ring 1 KPC,” jelas Abdurrahman Rosna, sebagai perwakilan dari tim Community Health and Education (CHE) KPC.

Antusiasme para remaja yang mengikuti kegiatan tersebut terpancar nyata dari partisipasi aktif dalam mengerjakan studi kasus dan diskusi bersemangat dalam sesi tanya-jawab.
“Hal yang paling berkesan bagi saya dari materi hari ini Adalah, ternyata kenakalan remaja ngga cuma merokok, tawuran. Tapi masih banyak yang belum kita kenali, dan masih banyak terjadi di kalangan remaja saat ini. Saya juga dapat belajar mengenai solusi-solusi untuk menghindari pergaulan bebas atau kenalakan remaja yang ada, yang dapat mempengaruhi saya secara negative,” ujar Analisa, salah seoang peserta kegiatan dari SMAN 1 Sangatta Selatan.
Program “Tutor Sebaya” ini diharapkan dapat melahirkan remaja-remaja yang bisa menjadi percontohan dalam menegakan nilai moral baik, dan mengembangkan welas asih dalam lingkungan pertemanan remaja Kutim. (*/sm4)



























