Beranda Kutai Timur Perkuat Penangnan KRS untuk Evaluasi Kondisi Keluarga Sasaran dan Intervensi

Perkuat Penangnan KRS untuk Evaluasi Kondisi Keluarga Sasaran dan Intervensi

382
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim) terus memperkuat penanganan Keluarga Berisiko Stunting (KRS) melalui layanan jemput bola. Pendekatan tersebut dilakukan dengan turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kondisi keluarga sasaran sekaligus memastikan intervensi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan.

Kegiatan Layanan Jemput Bola Stop Stunting berlangsung di Kantor Desa Karangan Dalam, Kecamatan Karangan, Kamis (13/8/2026). Sebelum kegiatan, rombongan DPPKB Kutim juga mengunjungi dua keluarga berisiko stunting di Desa Karangan untuk memberikan edukasi dan bantuan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dari Baznas Kutim.

Kepala Bidang Keluarga Berencana DPPKB Kutim, Mustika, yang mewakili Plh Kepala DPPKB Kutim, mengatakan layanan tersebut menjadi bagian dari evaluasi penanganan stunting sekaligus upaya mempercepat intervensi terhadap keluarga sasaran. Mustika pun menegaskan, layanan jemput bola merupakan salah satu bentuk pelaksanaan program prioritas Bupati Kutim dalam pencegahan dan percepatan penurunan stunting.

“Layanan Jemput Bola Stop Stunting hari ini merupakan bagian evaluasi penanganan stunting yang telah kita laksanakan bersama,” kata Mustika.

Menurutnya, penanganan KRS tidak cukup hanya berdasarkan data. Petugas perlu melihat kondisi keluarga secara langsung, termasuk tingkat kesejahteraan, kondisi bayi di bawah dua tahun (baduta) dan balita, akses air bersih, jamban sehat, rumah layak huni, tingkat kesejahteraan berdasarkan desil, serta kondisi pasangan usia subur (PUS) dengan faktor 4T, yakni terlalu dekat, terlalu banyak, terlalu muda, dan terlalu tua. Penggunaan kontrasepsi modern juga menjadi perhatian melalui edukasi dan pendampingan bagi keluarga berisiko stunting.

Berdasarkan data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) terakhir, terdapat 303 keluarga berisiko stunting di Kecamatan Karangan. Jumlah tersebut tersebar di Karangan Dalam 49 KK, Batu Lepoq 77 KK, Pengadan 105 KK, Baay 18 KK, Mukti Lestari 21 KK, Karangan Seberang 21 KK, dan Karangan Hilir 12 KK.

Mustika berharap berbagai faktor penyebab keluarga masuk dalam data KRS dapat segera ditangani sehingga jumlah KRS terus menurun dan keluarga sasaran kembali menjadi keluarga sejahtera.

Sementara itu, Camat Karangan H Muhammad Reza Fahlevi mengapresiasi langkah DPPKB Kutim yang turun langsung ke lapangan. Menurutnya, pendekatan tersebut membantu pemerintah kecamatan dan desa memahami kondisi masyarakat serta kebutuhan intervensi secara lebih nyata.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan jemput bola ini. Dengan turun langsung ke lapangan, kita bisa melihat kondisi masyarakat secara nyata dan mengetahui apa saja yang masih menjadi persoalan,” ujar Reza.

Ia menilai penanganan stunting membutuhkan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, desa, DPPKB, Baznas, dunia usaha, dan masyarakat. Sinergi tersebut diharapkan mampu mempercepat penurunan jumlah keluarga berisiko stunting di Kecamatan Karangan.

Dalam kegiatan itu, DPPKB Kutim juga mendorong penguatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING). Bantuan PMT dari Baznas Kutai Timur diserahkan secara simbolis dan selanjutnya akan diteruskan melalui petugas penyuluh keluarga berencana (PLKB) di kecamatan. (*/sm4)