Beranda Kominfo Kutim APKASI Otonomi Expo Berikan Nilai Tambah Bagi Kutim, Produk yang Dipamerkan Ludes...

APKASI Otonomi Expo Berikan Nilai Tambah Bagi Kutim, Produk yang Dipamerkan Ludes Diborong Pengunjung

366
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Keikutsertaan Kutai Timur (Kutim) dalam ajang Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (ASPKASI) Otonomi Expo (AOE) 2026, memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah ini.

“Salah satu indikasinya adalah, sejumah produk unggulan yang kita pamerkan selama tiga hari, 27-29 Agustus lalu) ludes diborong pengunjung stand pameran,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu(DPTMPTSP) Kutim Novian Pranata, (1/9/2026).

Bukan itu saja. Kegiatan expo yang berlangsung di Hall 3 dan 3A Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Banten,  yang berskala nasional tersebut menjadi ruang promosi potensi daerah sekaligus mempertemukan pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, investor, dan calon pembeli.

Melihat kenyataan seperti itu, Novian, mengaku terkejut lantaran tingginya respons pengunjung terhadap berbagai produk yang dibawa dari Kutim.

Menurutnya, sejumlah produk, khususnya yang dihasilkan para pelaku UMKM lokal, habis terjual selama pelaksanaan expo.

“Terus terang kami cukup kaget. Produk-produk yang kami bawa, terutama produk UMKM, ternyata mendapatkan respons yang luar biasa dari pengunjung dan banyak yang langsung dibeli sampai habis,” ujar Novian.

Ia menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif bagi perkembangan produk UMKM Kutim. Antusiasme pengunjung menunjukkan produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal tidak hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga mampu menarik perhatian pasar di luar daerah.

“Ini menunjukkan bahwa produk-produk yang dihasilkan oleh pelaku UMKM kita memiliki daya tarik. Ketika diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas, ternyata mendapatkan respons yang sangat baik,” katanya.

Novian menyebut keikutsertaan Kutim dalam expo tersebut tidak semata-mata bertujuan memamerkan produk daerah. Lebih jauh, kegiatan itu menjadi kesempatan untuk menguji respons pasar sekaligus membuka peluang agar produk UMKM Kutim dapat dikenal dan dipasarkan lebih luas.

Tingginya minat pengunjung terhadap produk yang dibawa juga menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pelaku UMKM meningkatkan kualitas, kemasan, kapasitas produksi, serta kemampuan pemasaran.

“Ini menjadi pembelajaran sekaligus motivasi bagi kita. Produk-produk lokal harus terus kita dorong agar kualitasnya semakin baik, sehingga tidak hanya mampu bersaing di Kutim, tetapi juga memiliki peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas,” pungkasnya.

Antusiasme tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa forum seperti APKASI Otonomi Expo dapat menjadi salah satu pintu bagi UMKM daerah untuk bertemu langsung dengan pasar. Bagi Kutim, ludesnya produk yang dibawa menjadi gambaran bahwa potensi usaha lokal memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan diperluas pemasarannya. (adv/sm2)