Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Puluhan warga Desa Persiapan Jabdan, Kecamatan Muara Wahau, nonton bareng (nobar) pemutaran film edukasi kesehatan yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutai Timur (Kutim), Rabu (26/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lapangan Desa Persiapan Jabdan tersebut menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menerapkan pola hidup sehat sekaligus meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan penurunan risiko stunting.
Film edukasi yang diputar merupakan bagian cuplikan dari program Kemendukbangga RI yang dikemas secara sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Melalui tayangan tersebut, warga diajak memahami berbagai kebiasaan hidup sehat serta langkah yang dapat dilakukan keluarga untuk mencegah munculnya risiko stunting.

Pada kesempatan itu, Plh Kepala DPPKB Kutim Yuriansyah berharap pemutaran film ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga memberikan pengetahuan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Mudah-mudahan kegiatan ini memberikan edukasi dan pemahaman tentang pola hidup sehat kepada bapak dan ibu. Selain itu, juga memberikan edukasi terkait bagaimana menurunkan risiko keluarga stunting dan bagi keluarga yang sudah terpapar stunting,” ujarnya.

Menurutnya, edukasi kepada masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam upaya pencegahan stunting. Pemahaman keluarga mengenai pola hidup sehat dapat mendorong perubahan perilaku yang mendukung tumbuh kembang anak dan kesehatan keluarga.
Ditempat yang sama, Penjabat (Pj) Kepala Desa Persiapan Jabdan, Aminsyah, mengapresiasi kegiatan yang digelar DPPKB Kutim. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat desanya.
“Terima kasih telah memilih desa kami. Semoga warga kami terhibur dan mendapatkan edukasi terbaik dari DPPKB,” katanya.

Salah seorang warga Desa Persiapan Jabdan, Jumilah, juga menyambut baik kegiatan tersebut. Menurutnya, edukasi kesehatan seperti ini penting bagi masyarakat karena memberikan informasi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini baik dan bermanfaat bagi kami. Alhamdulillah, desa kami jadi pilihan dalam edukasi kesehatan,” ujarnya.
Kegiatan kemudian ditutup dengan diskusi dan tanya jawab. Warga mendapat kesempatan menyampaikan pertanyaan seputar pola hidup sehat, kesehatan keluarga, serta upaya pencegahan stunting. (*/sm4)



























