Beranda Kalimantan Selatan Ungguli Tangang Hilir Adu ‎Penalti, Macan Gembong ‎Teluk Masjid Jumpa Lok ‎Nyiur...

Ungguli Tangang Hilir Adu ‎Penalti, Macan Gembong ‎Teluk Masjid Jumpa Lok ‎Nyiur – Marta Jiwa di Final ‎Liga Bamban XII HSS

1313
0

‎Satumejanews.id. ‎KANDANGAN — Duel “derby Bamban”  di laga semifinal II Liga Bamban XII, Rabu (19/8/2026), akhirnya milik Teluk Masjid. Tim RT. 01 Desa Bamban itu menyudahi perlawanan Tangang Hilir (RT. 04 Desa Bamban) melalui adu penalti, 5-3, di Lapangan Jayapati, Desa Bamban Utara, Kecamatan Angkinang, HSS, Kalsel.

‎‎Hasil adu penalti ini, maka Teluk Masjid yang “malungkas sarungan” (membuka kedok) dengan nama “Macan Gembong Teluk Masjid” (MGTM) FC itu lolos ke final. Di final sendiri, MGTM FC sudah ditunggu Lok Nyiur — Marta Jiwa (RT. 02 Desa Bamban) yang menyisihkan Padang Hulu (RT. 03 Bamban Utara), 5-1, sehari sebelumnya.

‎‎Sukses MGTM FC ke final tidak terlalu memukul kubu Tangang Hilir. Setidaknya, Sardi — satu dari empat pemain Tangang Hilir — yang gagal mengeksekusi adu penalti ke gawang Teluk Masjid, Ibnu, hanya tersenyum dan tertawa kecil sambil menyalami bubuhan pemain lawan seusai laga.

‎‎”Selama dua tahun berturut-turut,  selalu Tangang Hilir dan Padang bertemu di final. Sekarang ini, kita berikan kesempatan kepada Teluk Masjid dan Lok Nyiur yang bertemu di final,” ucap Sardi sambil bercerita dengan Yapi, kapten tim Padang Hulu dan anggota Panpel lainnya.

‎‎Sardi, pemain bernomor punggung 10 Tangang Hilir itu memang gagal mengeksekusi adu penalti. Eksekusinya terbaca dan diteois  kiper Teluk Masjid, Ibnu. Sedang tiga rekannya — Yaya, Cadi, Raihan — sukses menggetarkan jala Ibnu.

‎‎Sebaliknya,  lima “algojo” MGTM yang duluan mengeksekusi secara bergantian itu — Hafiz Kafillah, Uda, Rifki, Daus, A’ang — semuanya mulus menaklukkan kiper Tangabg Hilir, Lana. Sontak merebaklah sorak sorai  kubu MGTM, dan satu penendang terakhir Tangang Hilir tak lagi mengeksekusi bola karena sudah selisih gol, 5-3.

‎‎Adu penalti Tangang Hilir kontra Teluk Masjid di babak semifinal II ini dilakukan wasit Pa Riduan, setelah skor imbang 0-0 dalam 2 X 30 menit. Teluk Masjid dengan kapten tim Hafiz Kafillah lebih terpola dan memiliki lebih banyak peluang cetak gol.

‎‎Tapi, Tangang Hilir yang dikawal Sardi dan Cadi di barisan pertahanan terlalu sukar untuk ditembus penyerang Teluk Masjid . Sardi dkk main sapu bersih. Sebakiknya, serangan balik Yaya, Raihan, Birin, ke kubu  MGTM juga mudah dipatahkan Hafiz dan A’ang. Skor pun tetap 0-0, hingga adu penalti  yang dimenangkan Hafiz dkk.

‎‎Hafiz dkk kini lolos ke final Liga Bamban XII yang dihelat setiap menjelang perayaan HUT Kemerdekaan Repubkik Indonesia ini. MGTM bakal berseteru berat di final kontra Lok Nyiur dengan pemain andalannya Aditya dkk.

‎‎Kapan partai final Liga Bamban XII yang mempertemukan dua tim dari dua RT di Desa Bamban atau “All Bamban Final” itu? Sejauh ini, Panpel Liga Bamban XII belum memastikan hari dan tanggalnya, karena masih menunggu kesiapan dan kesediaan Wakil Bupati (Wabup) HSS, H Suryani.

‎‎”Pak Wakil Bupati kebetulan sangat sibuk karena beliau hendak hajatan perkawinan anaknya  hari Minggu ini, 23 Agustus 2026. Karena itu, kita masih menunggu kesiapan dan kepastian Pak Wabup kapan beliau bersedia menyaksikan partai final sekaligus menutup Liga Bamban XII ini,” ucap Ketua Panpel, Muhamad Aini (Aai) dan dibenarkan anggota  lainnya seperti Pambakal Ijas, boss Hana El Group Asfi, Agung, Nu’lina dan lainnya. (jjd).