Beranda Perkebunan FPKS Kutim Audiensi dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman : Terjadi Dua Kesepakatan, Petani...

FPKS Kutim Audiensi dengan Bupati Ardiansyah Sulaiman : Terjadi Dua Kesepakatan, Petani Diminta ‘Bermitra’

399
0

SANGATTA – Pascalarangan ekspor Crude Palm Oil (CPO) oleh pemerintah pada beberapa waktu lalu, harga jual Tandan Buah Sawit (TBS) diantara pabrik-pabrik kelapa sawit mengalami penurunan tidak seragam. Hal ini membuat para petani sawit yang tergabung di Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kutai Timur, menemui Bupati Ardiansyah Sulaiman pada Selasa (2/8/2022) siang.

Dalam pertemuan tersebut, dihasilkan dua kesepakatan yang diamini oleh para petani sawit yang tergabung dalam FPKS Kutai Timur. Pertama membuat surat edaran dari Pemkab Kutim yang merujuk pada Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 01/Permentan/KB.120/1/2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun.

Kedua mengajak kepada seluruh petani kelapa sawit yang ada di Kutai Timur, untuk melakukan percepatan dari petani mandiri atau swadaya lantas bermitra. Sehingga peranan dari Forum Petani Kelapa Sawit adalah mengajak petani untuk bermitra, terutama bagi masyarakat yang belum masuk kelompok tani untuk dapat berkelompok.

Ardiansyah Sulaiman menekankan kata kunci “Bermitra”, bagi para petani kelapa sawit. Selain itu tetap berusaha melindungi para petani yang belum bermitra atau swadaya, sehingga tugas dari Forum Petani Kelapa Sawit Kutim memang besar.

“Ini untuk merespon kepentingan di tingkat petani sawit mandiri, karena hingga saat ini merekalah yang menjadi korban. Dan agak sulit bagi kita (Pemkab Kutim, red), untuk menetapkan sebenarnya. Meskipun ada Surat Edaran Menteri, itupun tanpa ulasan atau latar belakang yang jelas. Sehingga kita mengarahkan kepada FPKS untuk melakukan percepatan bermitra dengan mengajak petani mandiri atau swadaya,” terang Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman.

Audiensi antara belasan petani dengan Bupati Kutim berlangsung di ruang kerjanya, di Kantor Sekretariat Kabupaten. Dalam kesempatan tersebut hadir Plt Asisten Pemerintahan Umum dan Kesejahteraan Rakyat Trisno, Sekretaris Dinas Perkebunan Abd Gani Sukkara, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setkab Basuki Isnawan, Kasat Reskrim Polres Kutim Iptu Made Jata Wiranegara, serta beberapa perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya.

Pembicaraan diawali oleh Ketua FPKS Asbudi yang mengemukakan mengenai adanya ketidakseragaman harga TBS pada tiap-tiap pabrik, selain memang harga yang cenderung anjlok diluar harga yang sempat meroket tinggi sebelumnya. Sehingga menyebabkan keresahan dikalangan petani, untuk itu pihak FPKS meminta Bupati memberikan jalan keluar yang baik bagi para petani sawit.

“Bahkan ada pabrik yang berdekatan jaraknya, namun memiliki harga yang berbeda. Padahal jarak mereka tidak terlalu jauh, hanya 2 Km. Harga CPO pun sudah naik, harusnya jangan stagnan,” ungkap Asbudi.(*)

Artikulli paraprakIrwan Siap Kolaborasi Perjuangkan Dana Sapras Pendidikan
Artikulli tjetër2200 Siswa KB se Samarinda Ikuti Manasik Haji Cilik