Beranda Kutai Timur Ardiansyah dan Klub Suporter Kirim Doa Bersama Peringatan 7 Hari Korban Kanjuruhan

Ardiansyah dan Klub Suporter Kirim Doa Bersama Peringatan 7 Hari Korban Kanjuruhan

128
0

Momen doa bersama, memperingati tujuh hari korban tragedi Kanjuruhan di area Polder Ilham Maulana, Sangatta Utara. Foto: Wahyu

SANGATTA – Ratusan suporter (pendukung) klub sepak bola Indonesia yang ada di Kutai Timur (Kutim) mengikuti doa bersama memperingati tujuh hari korban tragedi Kanjuruhan. Kegiatan yang diinisiasi Aremania tersebut dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman yang berlangsung di area Polder Ilham Maulana, Jumat (7/10/2022) malam.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan ucapan belasungkawa kepada saudara-saudara yang terkena musibah di Stadion Kanjuruhan Malang pada 1 Oktober 2022 lalu.

“Turut beduka cita dan belasungkawa yang sedalam-dalamnya. Semoga mereka yang dipanggil Allah SWT dan mendapat tempat yang baik di sisi Allah SWT. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga mendapatkan kesabaran,” ucap duka Ardiansyah di hadapan Ketua IKJ Uce Prasetyo, perwakilan FKPD, perwakilan para penggemar sepak bola dan undangan lainnya.

Kepada para penggemar tim ataupun klub sepak bola yang ada, sambung Ardiansyah, harus bisa menjunjung tinggi lagi rasa kebersamaan. Ia menerangkan permainan di lapangan sudah terjadi, namun silaturahim antar persaudaraan itulah yang paling tinggi nilainya.

“Mari tetap menjaga kebaikan dan keharmonisan di antara kita,” urainya.

Untuk diketahui, peringatan 7 hari itu digelar dengan pembacaan doa yasin dan tahlil oleh Ustad Mustajib, kemudian dirangkai dengan tausiah. Selanjutnya dekralasi damai seluruh komunitas suporter sepak bola. Sedangkan pendukung klub-klub Indonesia yang hadir itu diantaranya suporter PSM Makassar disebut Laskar Ayam Jantan (LAJ), Bonek suporter dari Persebaya Surabaya, Bobotoh pendukung klub Persib Bandung, Pesut Etam supporter Borneo FC dan Persikmania pendukung dari Persik Kediri.

Sebelumnya, ketua panitia Sam Awan Subiantoro mengatakan kegiatan ini mengenang tragedi di Stadion Kanjuruhan dan mengirimkan doa. Membuktikan adanya rasa kemanusian kepada semua.

“Sesama umat manusia, sesama warga indonesia, kita pasti bisa merasakan seperti apa perasaan keluarga yang ditinggalkan. Jadi acara ini dipersembahkan untuk semua,” ujarnya.

Artikulli paraprakGelap di Kanjuruhan
Artikulli tjetërKemboja Cup XV :  Wafa FC Unggul Empat Gol, LAU Kasarangan Libas Bintara FC Tiga Gol Tanpa  Balas

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini