Beranda Kutai Timur Buka Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD Kutim, Ardiansyah: Jalan Masih Jadi Usulan...

Buka Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD Kutim, Ardiansyah: Jalan Masih Jadi Usulan Dominan Masyarakat

18081
0

SANGATTA, Satumejanews.id – Untuk menghimpun asprasi atau harapan para pemangku kepentingan terhadap program pembangunan daerah di tahun 2023 mendatang, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) melaksanakan forum konsultasi publik penyusunan rancangan awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Kutim 2023.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Bupati H Ardiansyah Sulaiman, turut dihadiri oleh Wakil Bupati H Kasmidi Bulang,Wakil ketua 2 DPRD Kutim Arfan,Perwakilan Forkopimda serta kepala OPD. Forum tersebut di gelar secara digelar secara online dan offline, dengan narasumber Kepala Bapedda Provinsi Kalimantan Timur, Prof.H.M. Aswin, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mulawarman Syarifa Hudayah, di Aula Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Kamis, (17/3/2022).

Bupati Ardiansyah mengatakan, secara garis besar pelayanan dasar, masih menjadi usulan yang diminta untuk segera direalisasikan oleh masyarakat. Pasalnya, hasil Musrenbang tingkat kecamatan yang baru saja dilaksanakan, mayoritas 18 Kecamatan mengusulkan infrastruktur, terutama infrastruktur jalan yang masih mendominasi.

“Baik itu jalan penghubung, jalan lingkungan maupun jalan usaha tani beserta daya dukungnya, tanpa mengesampingkan kebutuhan pelayanan dasar masyarakat lainya,” ucap Ardiansyah mengawali sambutanya.

Dengan adanya forum konsultasi publik itu Ardiansyah berharap, aspirasi yang sudah dihimpun oleh Bapedda, menjadi acuan untuk dijadikan rencana kerja Pemerintah Kutim. Disamping program yang sudah disiapkan melalui RPJMD, dengan topik pembangunan setiap tahunya yang akan berakhir pada tahun 2026. Meskipun masa kepemimpinannya bersama Kasmidi Bulang berakhir pada tahun 2024.

“Sesuai amanat Presiden mengatakan bahwa, RPJMD itu harus lima tahun,sehingga tahapan pembangunan kita(Pemkab Kutim) sampai dengan 2026” ujarnya.

Sesuai dengan tema yang diusung pada Musrenbang yang baru saja selesai digelar “Pengembangan Sentra Ekonomi Didukung Pelayanan Publik yang Berkualitas”diharapkan bisa terus mendorong membantu masyarakat untuk terus menumbuhkembangkan khususnya bidang ekonomi pasca pandemi Covid-19. Hal itu sejalan dengan program pemerintah pusat yang meminta kepada setiap kepala daerah, agar mampu membuka sentra ekonomi baru, guna mempercepat pemulihan ekonomi.

“Tema tahun ini tepat sekali dan ini menjadi salah satu barometer kita (Pemkab Kutim) dalam rangka mencapai visi dan misi,” terangnya.

Lebih lanjut Ardiansyah menambahkan, dengan adanya tema pembangunan berbeda yang diusung oleh Pemkab Kutim tiap tahunnya yang tetap berpedoman pada visi/misi maupun RPJMD diharapakan program pembangunan yang sudah direncakan mampu segera terwujud.

Sebelumnya Kepala Bappeda Kutim, melalui Kepala Bidang Pengkajian, Pengendalian dan Pelapora Bapedda Marhadyn, bahwa forum itu untuk menjaring aspirasi dari seluruh pemangku kepentingan pada tahap awal, yang melibatkan Masyarakat,akademisi, tokoh agama, Pemuda serta stakeholder lainnya. Kegiatan juga merupakan agenda wajib yang harus dilaksanakan, sesuai dengan amanah Permendagri Republik Indonesia Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang RPJPD dan RPJMD, serta Tata Cara Perubahan RPJPD, RPJMD dan RKPD.

”Yang diharapkan mampu memberikan ide, gagasan, sumbang Saran, serta berbagai masukan yang konstruktif guna perumusan dan penyusunan rencana kerja pembangunan Kabupaten Kutai Timur satu tahun mendatang,” pungkasnya.(smn5/smn3)

Artikulli paraprakLPLA Kutim Santuni Anak Yatim Piatu dan Kaum Dhuafa di Sangatta Utara
Artikulli tjetërMau ke Masjid, Terpeleset Dari Perahu, Kakek Sami Tenggelam