Beranda Kalimantan Selatan Mau ke Masjid, Terpeleset Dari Perahu, Kakek Sami Tenggelam

Mau ke Masjid, Terpeleset Dari Perahu, Kakek Sami Tenggelam

21421
0

TANJUNG, Satumejanews.id – Unit Siaga SAR Tabalong, Jumat (18/3/2022) siang menerima informasi dari Bunda Aqila, salah satu anggota Komunitas Gabungan Emergency yang melaporkan orang hilang tenggelam di Sungai Kayakah, Desa Padang Tanggul, Amuntai Selatan, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan.

Korban hilang dilaporkan atas nama Sami (80 tahun), salah seorang kakek tua di Desa Padang Tanggul, Amuntai Selatan. Korban dilaporkan hendak pergi shalat Jumat ke seberang sungai dengan menggunakan perahu.

Namun, saat mau naik perahu, ia terpeleset dan jatuh ke sungai yang kondisi debit airnya lagi dalam dan berarus sangat deras.

“Korban memang sempat meminta pertolongan. Namun, tidak lama korban tenggelam. Korban seperti tak sanggup lagi berenang dan tidak bisa meraih perahunya untuk menyelamatkan diri,” bunyi laporan itu seperti dikutip dari saksi mata.

Merespon informasi ini, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Al Amrad, langsung memerintahkan personil di Unit Siaga SAR Tabalong berangkat ke lokasi kejadian. Menerjunkan 1 Tim Rescue 5 orang dengan menggunakan 1 Unit Rescue Car, Rubber Boat, GPS, Alat Komunikasi serta APD Covid 19.

Di lokasi Tim Rescue Unit Siaga SAR Tabalong langsung berkoordinasi dengan Tim SAR Gabungan di HSU. Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran kurang lebih 1 km ke arah hilir sungai, namun hingga pukul 18.00 WITA korban masih belum ditemukan.

Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD HSU, Emergency Gabungan HSU, dibantu dr relawan Tabalong HSS HST menghentikan operasi sementara dan akan dilanjutkan Sabtu (19/3) pagi ini.

“Kami akan optimalkan penyisiran besok dikarenakan penyisiran malam hari kurang efektif, terutama untuk visibilitynya yang sangat terbatas,” ujar Koordinator Unit Siaga SAR Tabalong, Andi Surya Sinaga, Jumat (18/3/2022) malam.

Menurut dia, pihaknya akan membagi beberapa titik pantau untuk memudahkan tim SAR gabungan melakukan penyisiran. Penyisiran akan dilakukan sejauh kurang lebih 2 km ke arah hilir sungai.

“Kami juga menyiapkan 1 posko utama dan 3 posko pantau dari pinggir sungai agar pada saat korban timbul ke permukaan dapat terpantau dengan mudah,” aku Andi Surya Sinaga seperti siaran pers yang diterima pagi ini. (smn10)

Artikulli paraprakBuka Konsultasi Publik Rencana Awal RKPD Kutim, Ardiansyah: Jalan Masih Jadi Usulan Dominan Masyarakat
Artikulli tjetërKondisi Banjir di Kutim Memprihatinkan, Awas Buaya Bermunculan Banjir Terparah Selama 10 Tahun Terakhir

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini