Beranda Keagamaan Angkat Isu Perundungan, Peserta Syarhil Qur’an Kutim Tampil Menginspirasi di MTQ Kaltim

Angkat Isu Perundungan, Peserta Syarhil Qur’an Kutim Tampil Menginspirasi di MTQ Kaltim

463
0

Salah satu peserta lomba Syarhil Qur’an dengan nomor peserta SY Q 14, Reno Alfiansyah

Satumejanews.id. SANGATTA –  Salah satu Peserta lomba Syarhil Qur’an asal Kabupaten Kutai Timur (Kutim) tampil penuh dengan semangat dalam Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-45 tingkat Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2025.

Mereka yang bernomor urut SY Q 14 dan terdiri dari 3 orang tersebut mengangkat tema tentang perundungan, sebagai bentuk keprihatinan terhadap maraknya kekerasan verbal dan fisik yang terjadi di lingkungan anak dan remaja saat ini, khususnya lembaga pendidikan berbasis agama.

Salah satu di antaranya ialah Reno Alfiansyah, yang mengungkapkan bahwa persiapan mereka  dilakukan selama satu bulan penuh, terhitung sejak pelaksanaan MTQ dibuka.

Topik tentang perundungan dipilih bukan hanya karena relevan dengan apa yang terjadi pada saat ini, tetapi juga keinginan dari sang pelatih.

Suasana Sesi foto bersama peserta lomba Syarhil Qur’an asal Kutim

Ia menyampaikan bahwa kekerasan bahkan bisa dilakukan oleh anak-anak sejak usia dini, dan sering kali tanpa penanganan yang tepat dari lingkungan sekitar.

“Perundungan bukan hanya terjadi pada orang dewasa saja. Bahkan anak kecil saja bisa melakukan perundungan, yang disebabkan tidak ada bimbingan atau pengawasan dari orang tua hingga lingkungan,” ujarnya.

Ketika kami memberikan pertanyaan perihal pelaksanaan MTQ pada tahun ini di Kutim sebagai tuan rumah, dirinya mengaku puas dengan fasilitas yang disediakan.

“Fasilitasnya sangat baik. Semuanya dijamin, mulai dari konsumsi, tempat tinggal, transportasi, semuanya lengkap dan nyaman,” bebernya.

Akan tetapi, terdapat masukan terkait pembukaan acara yang dinilai terlalu panjang dan tidak berlangsung sesuai jadwal yang diperkirakan.

“Kalau bisa, pada saat pembukaan acara ke depan itu tidak terlalu memakan waktu, supaya peserta yang tampil esok harinya tidak pulang larut malam dan bisa menjaga kondisi suara dan staminanya,” jelasnya.

Dirinya pun menyatakan akan terus mengikuti lomba-lomba sejenis religius ke depannya, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi, dengan harapan dapat mengharumkan nama baik daerah yang ia bawa.

“Saya ingin terus ikut lomba-lomba sejenis (religius) ini ke depannya. Dahulu saya pernah mengikuti lomba ceramah tingkat kabupaten dan mendapatkan juara tiga terbaik,” pungkasnya. (*/sm)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini