KANDANGAN – Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS), H Akhmad Fikry menyerahkan santuan kematian kepada keluarga korban Jairani (57) yang meninggal tertimpa bencana alam puting beliung di Desa Bamban Utara, Kecamatan Angkinang, HSS, Kalsel, dua hari lalu.
.
“Santuan yang kita serahkan ini santunan kematian saja. Sedang rumah-rumah warga yang rusak secepatnya kita lakukan perbaikan,” ucap Bupati Fikry seusai menyerahkan santunan kepada istri almarhum Penghulu Jairani, Ny Mislawati di halaman rumahnya, Rabu (22/6/2022).

Berapa nilainya, Pak? Bupati Fikry yang ditemani Kepala BPBD HSS, Kusairi, Sekcam Angkinang Dodi Bastian, Pj. Kades Bamban Utara, Sudiani dan calon terpilih Kades Bamban Utara, Ismail, tidak menyebut besaran angkanya.

Namun, ketika dicecar wartawan, Bupati HSS pun bicara. Ia menyebut, setiap santunan kematian diberikan Rp10.000.000. “Nah, ini santunan kedua, setelah santunan kematian di Desa Gumbil, Telaga Langsat,” jawab Pak Fikry.

Terkait rumah-rumah warga yang rusak, Pak Fikry menyatakan Pemkab HSS segera aktion. Secepatnya melakukan perbaikan setelah ada verifikasi dari BPBD HSS tentang tingkat kerusakannya.

Saat ini, urai Pak Fikry, BPBD mencatat ada 19 rumah warga yang perlu perbaikan. “Perbaikan itu nanti tentu dengan melihat seberapa besar tingkat kerusakannya,” ujarnya seraya menimpali waktu perbaikan paling 2 – 3 hari, karena kerusakannya rata-rata di bagian atas atau atap rumah.

Di bagian lain, istri almarhum Penghulu Jairani, Mislawati tampak masih murung. Wajahnya sendu dan suaranya pun lirih ketika menjawab pertanyaan petugas dan wartawan.

Begitu pula, Ihsan, anak almarhum satu-satunya yang kuliah di ULM (Universitas Lambung Mangkurat) Banjarmasin. Ihsan dan mamanya seakan masih trauma atas kematian ayahnya yang tersengat aliran listrik di tengah hujan deras dan gempuran angin puting beliung menerjang rumahnya, Senin sore itu, 20 Juni 2022. (smn10)

Artikulli paraprakArdiansyah sampaikan Jawaban atas Pandangan Umum Fraksi terkait Raperda Pertanggung jawaban APBD 2021
Artikulli tjetërJangan Kaget Jika Tim Irjen Kemenkeu Lakukan Review dan Supervisi