Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud dan istri, Hj Nurlena bersama Ketua Kadin Kaltim Putri Amanda Nurramadhani, Ketua Kadin Balikpapan Noval Aspihani dan beberapa ibu-ibu senior Balikpapan.
Catatan Rizal Effendi
WALI KOTA BALIKPAPAN RAHMAD MAS’UD (RM) memberi pernyataan menarik. Dia menegaskan bahwa istrinya, Hj Nurlena Mas’ud tidak akan dia izinkan untuk mencalonkan diri dalam Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Balikpapan 2029.
“Saya pastikan dia tidak akan mencalonkan diri,” kata RM ketika membuka Rapat Pimpinan Kota (Rapimkot) Kadin Kota Balikpapan, yang berlangsung di Hotel Platinum, Senin (10/8/2026).
Kadin Balikpapan yang sekarang ini diketuai Noval Aspihani Aspiah cukup aktif membangun citra. Selain mengundang Wali Kota, dia juga meminta pengarahan dari para pembina dan tokoh Kadin senior di antaranya Zulbachri (Ketua Dewan Penasihat) dan Muhammad Adam Sinte (Ketua Dewan Pertimbangan).
RM sepertinya juga memberi apresiasi besar. Dia secara khusus datang. Selain meminta Kadin aktif ikut memajukan perekonomian Balikpapan, dia juga sempat menyinggung perkembangan konsetalasi politik menjelang Pilkada 2029.

Rahmad sendiri sudah memimpin Balikpapan dua periode, jadi tidak memungkinkan lagi bisa maju. Lalu belakangan berkembang di media sosial berbagai konten yang memberi kesan Hj Nurlena bakal maju untuk menggantikan suaminya. Malah ada yang bilang timnya sudah bergerak di mana-mana.
“Cukup saya saja yang sering dihujat dan dicaci maki, saya tidak mau istri saya diperlakukan seperti itu, karena itu istri saya tidak akan maju,” katanya dalam nada serius. Dalam Rapimkot Kadin itu, Hj Nurlena Mas’ud juga hadir bersama ibu-ibu senior di antaranya Ibu Hj Erna Zainal, Ibu Hj Suharti dan istri saya, Hj Arita.
Wali Kota juga minta kepada para penggiat media sosial berhenti membuat statement tentang istrinya yang tidak dikonfirmasi kebenarannya. “Mari kita tabayun, jangan membuat berita yang tidak dikonfirmasi kebenarannya, karena bisa menjadi dosa jariyah yang kelak dimintai pertanggungjawabannya di akhirat,” tandasnya.
Soal tidak mengizinkan istrinya maju sebenarnya sudah pernah disampaikan RM kepada sejumlah orang. Saya sudah menulisnya beberapa waktu lalu. Tapi pernyataan resmi Rahmad di depan umum secara terbuka baru disampaikan di depan peserta Rapimkot Kadin Balikpapan.

“Pak Rahmad menyampaikannya berulang-ulang sambil mengajak semua pihak tabayun,” kata Adam Sinte, yang saat ini juga dipercaya menjadi Ketua Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Balikpapan dan pernah menjadi anggota DPRD Kaltim dari Partai Hanura.
Apakah dengan tidak majunya Nurlena, Bani Mas’ud melepaskan kursi Wali Kota Balikpapan 2029? Rasanya belum tentu. Dalam tulisan sebelumnya, saya sebut ada beberapa anggota keluarga mereka yang punya potensi diusung. Misalnya, keponakan mereka, Alwi Al Qadri yang sekarang duduk sebagai Ketua DPRD Balikpapan.
Juga ada Eddy Salasa, suami Yuli Mas’ud yang pernah didorong jadi calon Bupati Sinjai. Eddy bersama istrinya saat ini menjalankan sebagian bisnis RM. Dia juga dipercaya menjadi Ketua Umum Himpunan Masyarakat Sinjai (HIMAS) Kaltim dan Ketua Tim Pemenangan Rahmad-Bagus pada Pilwali 2024.
Selain itu ada juga pasangan suami istri dr Ifransyah Fuadi dan Hijrah Mas’ud. Ifransyah saat ini menjadi Direktur RSUD Beriman dan Hijrah dikenal sangat berperanan besar di Kantor Gubernur. Dia juga diangkat menjadi Wakil Ketua Tim Ahli Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TAGUPP) Kaltim.
Kakak sulung mereka, Hasanuddin Mas’ud yang sekarang menjadi Ketua DPRD Kaltim bisa saja menjadi alternatif lain. Ada kemungkinan juga dia didorong menjadi calon Wali Kota Balikpapan atau Samarinda.

BERTEMU DI HUT H KARMIN
Sementara itu ada suasana yang menarik ketika berlangsung perayaan Milad ke-65 pengusaha H Karmin Laonggeng di Café PIC, kompleks pertokoan Balikpapan Baru, Senin (10/8) malam.
Di situ hadir Andi Burhanuddin Solong, mantan Ketua DPRD Balikpapan yang bakal menggantikan alm Aco Kamaruddin di DPRD Kaltim dari Fraksi Nasdem. Selain itu, ada Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo dan Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh.
Bagus yang sekarang juga dipercaya menjadi Ketua Partai Gerindra Balikpapan dan Abdulloh yang pernah menjadi Sekretaris Golkar Balikpapan disebut-sebut sebagai calon kuat Wali Kota Balikpapan 2029-2034.
Beberapa postingan di media sosial sering menggambarkan bahwa Abdulloh sulit mendapat perahu dari Golkar, sehingga dia perlu mencari perahu cadangan dari partai lain. Dalam Pileg 2024, Abdulloh mampu memperoleh suara terbanyak, sehingga peluangnya menang di Pilwali mendatang sangat terbuka lebar.
Sebagai ketua partainya Presiden Prabowo, Bagus tentu punya modal kuat. Dia sekarang rajin turun ke masyarakat. Dia dinilai warga sebagai Wawali yang sejuk dan ramah serta punya wawasan pembangunan yang cukup kuat.

Apakah Abdulloh dan Bagus bisa bersatu? Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Malahan ada postingan di media sosial yang menggambarkan mereka berdampingan.
H Karmin yang berulang tahun, juga disebut-sebut punya peluang maju. Dia adalah Ketua DPD Partai Berkarya Kaltim. Juga dikenal sebagai pengusaha sukses dengan bendera ARCO Group. Dia punya jabatan lain yaitu Ketua Dewan Kesenian dan Ketua Alumni SMP 2 Balikpapan.
Apakah ada ketua partai lain yang juga berpotensi maju? Sepertinya hanya ada dua. Yaitu Ketua DPC PDIP Balikpapan Eddy Sunardi Darmawan dan Ketua DPD Partai NasDem, Abdul Hakim Rauf. Eddy pada Pilwali Balikpapan 2024 sempat maju sebagai calon wawali dan Hakim juga pernah maju sebagai calon wawali pada Pilwali 2016.
Belakangan ada juga muncul nama Dr Agung Sakti Pribadi, Adam Sinte dan H Baba. Agung sekarang Direktur Eksekutif merangkap Plt Rektor Universitas Mulia. Dia pernah menjadi Ketua DPC Demokrat Balikpapan. Sedang H Baba, adik alm H Sappe duduk sebagai anggota DPRD Kaltim dari PDIP. Sedang Adam dianggap tokoh senior Balikpapan yang kaya pengalaman di dunia usaha dan politik.(*)

























