Beranda Kutai Timur SIGA Tunjukkan KRS di Sangkulirang Masih Banyak, Yuriansyah : Diperlukan Kerjasama Semua...

SIGA Tunjukkan KRS di Sangkulirang Masih Banyak, Yuriansyah : Diperlukan Kerjasama Semua Pihak

336
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Penanganan stunting di Kecamatan Sangkulirang tak cukup hanya menunggu warga datang ke layanan pemerintah. Sebanyak 1.073 keluarga berisiko stunting (KRS) yang tersebar di 15 desa kini menjadi sasaran layanan jemput bola Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim). Melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB), pemerintah turun langsung ke Sangkulirang, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung di BPU Kantor Camat Sangkulirang ini menjadi salah satu upaya mempercepat penanganan stunting sekaligus menjalankan program prioritas Bupati Kutim.

Data Sistem Informasi Keluarga (SIGA) menunjukkan, jumlah KRS di Sangkulirang masih cukup besar. Desa Benua Baru menjadi wilayah dengan jumlah tertinggi, mencapai 237 KK. Berikutnya Benua Baru Ulu sebanyak 167 KK, Perupuk 106 KK, dan Maloy 93 KK.

Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan stunting tidak bisa diselesaikan hanya dengan satu program atau satu instansi.

Pelaksana Harian (Plh) Kepala DPPKB Kutim, Yuriansyah T, mengatakan penanganan stunting membutuhkan waktu sekaligus kerja bersama. Menurutnya, persoalan keluarga berisiko stunting memiliki banyak faktor yang saling berkaitan.

“Stunting atau keluarga risiko stunting tidak bisa kita selesaikan kalau tidak bersama-sama. Harus ada kolaborasi karena tidak semudah yang kita bayangkan harus menghilangkan itu,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Yuriansyah mengapresiasi kehadiran Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, dukungan sektor perumahan dan lingkungan sangat penting, terutama melalui program jamban sehat dan Rumah Layak Huni (RLH). Meski sejumlah perangkat daerah terkait, seperti sektor kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, dan sosial belum dapat hadir, DPPKB berharap kolaborasi lintas sektor tetap bisa diperkuat pada pelaksanaan berikutnya.

“Harapan kita, program dari Perkim seperti bantuan jamban sehat dan Rumah Layak Huni bisa menjangkau masyarakat Sangkulirang,” kata Yuriansyah.

Ia bahkan memasang target yang cukup tinggi. Bukan sekadar menurunkan angka, tetapi mendorong Sangkulirang hingga benar-benar terbebas dari persoalan stunting.

“Mudah-mudahan ke depan apa yang kita inginkan, bahwa di Kecamatan Sangkulirang itu bisa zero dari stunting. Ini harapan kita,” pungkasnya.

Dalam layanan tersebut, Yuriansyah juga menyerahkan bantuan makanan tambahan dari Baznas Kutai Timur kepada sejumlah keluarga berisiko stunting secara simbolis. Bantuan lainnya kemudian akan diteruskan kepada sasaran oleh petugas PLKB di Kecamatan Sangkulirang.

Sementara, Sekretaris Camat Sangkulirang, Suwandi, mengatakan stunting bukan persoalan baru bagi pemerintah desa. Penanganannya bahkan telah menjadi bagian dari perhatian desa melalui mandatori spending selama beberapa tahun terakhir. Karena itu, ia berharap kehadiran DPPKB bersama tim dapat memperkuat langkah yang selama ini dilakukan di tingkat desa.

“Mudah-mudahan dengan kehadiran beliau bersama tim bisa mendorong bagaimana mengatasi dan mengurangi munculnya stunting yang ada di wilayah Sangkulirang,” katanya.

Layanan jemput bola kali ini tidak hanya berbicara soal makanan tambahan. JFT DPPKB Kutim, Agustina, memberikan materi terkait layanan penanganan KRS, sementara Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga DPPKB Kutim, Ani Saida, memaparkan perkembangan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Anak Stunting (Genting).

Melalui pendekatan jemput bola, pemerintah ingin memastikan intervensi tidak berhenti pada pemberian bantuan. Edukasi gizi, akses air bersih, jamban sehat, rumah layak huni hingga penggunaan KB modern bagi pasangan usia subur menjadi bagian dari upaya yang harus berjalan bersamaan. Sebab, di balik angka 1.073 keluarga berisiko stunting, terdapat keluarga yang membutuhkan pendampingan dan dukungan agar risiko tersebut tidak berlanjut menjadi persoalan baru bagi tumbuh kembang anak.(*/sm4)