Satumejanews.id. SANGATTA – Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (porprov) ke VIII Kalimantan Timur (Kaltim) yang bakal digelar di Kabupaten Paser, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) sudah ancang-ancang, sebab, Kutim mentargetkan masuk tiga besar. Bahkan juga menyiapkan bonus bagi atlet yang meraih medali nantinya.
Berbagai persiapan telah dilakukan. Salah satunya menggelar rapat koordinasi pembentukan kontingen, Kamis (30/4/2026), guna mematangkan ‘pahlawan’ olahraga yang bakal berlaga di Paser pada November 2026 mendatang. Rapat dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi yang sekaligus menjadi ketua Kontingen Kutim.
Pada kesempatan itu, Mahyunadi mengatakan, Kontingen Kutim memperoleh Amanah yang tidak ringan. “Pak Bupati mengamanahi Kutim bisa masuk tiga besar pada Proprov mendatang,” ujar mantan Ketua DPRD Kutim ini.

Untuk meraih tiga besar tambahnya, diakuinya tidak mudah. Diperlukan persiapan yang matang dan dukungan semua pihak. Tantangannya cukup berat karena jika berkaca pada hasil sebelumnya, Kutim masih terpaut selisih 48 medali. Kendati demikian, bukan berarti mustahil bisa terealisasi.
Ia menganalogikan keberhasilan kontingen Kutim pada ajang MTQ tingkat provinsi lalu yang sukses menyabet gelar Juara Umum sebagai bukti bahwa lompatan prestasi bisa diwujudkan dengan manajemen yang tepat.
Prioritaskan Atlet Lokal, Haramkan “Sewa” Atlet. Dalam strategi teknisnya, Mahyunadi menginstruksikan seluruh Ketua Cabang Olahraga (Cabor) untuk memaksimalkan potensi lokal. Ia secara tegas menolak praktik instan dengan mendatangkan atlet dari luar daerah.
”Fokus kita adalah menggenjot potensi lokal. Atlet yang kemarin meraih perunggu kita tingkatkan ke perak, yang perak kita dorong meraih emas. Saya tidak ingin kita menyewa atlet dari luar,” tegasnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Kutim menyiapkan program Try Out dan Training Center (TC) secara selektif bagi atlet potensial. Selain itu, aspek kesejahteraan seperti bonus atlet juga menjadi perhatian. Mahyunadi mengisyaratkan nilai bonus minimal akan setara dengan Porprov 2022, mengingat kondisi APBD 2026 yang diperkirakan stabil.
Senada dengan Mahyunadi, Ketua Umum KONI Kutim, Rudi Hartono, mengungkapkan bahwa secara administratif, Kutai Timur merupakan daerah pertama yang sudah merampungkan tim kontingen di Kalimantan Timur.
”Berdasarkan komunikasi kami dengan KONI Kaltim, baru Kutai Timur yang sudah menyiapkan tim kontingen secara matang. Artinya, secara organisasi kita sudah sangat siap,” ungkap Rudi.
Rudi menambahkan, dalam waktu dekat pihak kontingen akan memanggil seluruh ketua cabor untuk memetakan potensi medali secara spesifik melalui diskusi dua arah. Hal ini termasuk mengantisipasi adanya wacana penghapusan sejumlah nomor tanding oleh PB Porprov demi efisiensi anggaran.

Menariknya, Rudi menekankan filosofi kerja tim kontingen kali ini sebagai pelayan bagi para pejuang olahraga. Ia meminta seluruh pengurus memastikan kebutuhan dasar atlet mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi terjamin 100 persen.
”Tugas pengurus kontingen adalah melayani. Kita pastikan atlet bisa berangkat, tinggal dengan tenang, dan urusan konsumsi teratasi. Atlet tidak mungkin bisa bertanding maksimal tanpa jaminan akomodasi yang layak,” pungkas Rudi.
Dengan 64 cabor yang dipersiapkan, Kutai Timur kini bersiap memulai tahapan latihan intensif demi mewujudkan target sejarah di ajang Porprov mendatang. (*/sm)


























