Beranda Kominfo Kutim Bupati Tutup Festival Magic Land 2025, Ardiansyah: Kutim Punya Keajaiban tak Tertandingi

Bupati Tutup Festival Magic Land 2025, Ardiansyah: Kutim Punya Keajaiban tak Tertandingi

338
0

Satumejanews.id. SANGATTA – Festival Magic Land resmi berakhir. Kegiatan yang bertujuan untuk menjaga dan  melestarikan seni dan budaya ini ditutup Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman, Minggu (16/11/2025) malam, di Jogging Track, Polder Ilham Maulana, Sangatta.

Bupati Ardiansyah mengatakan, Magic Land Kutim memberi makna, Kabupaten yang mempunyai luas wilayah kurang lebih 35 kilometer persegi ini memiliki beragam kekayaan sumber daya alam yang luar biasa. Tidak sampai disitu. Beragam etnis dan budaya dari berbagai wilayah di Indonesia juga ada di sini.

“Makanya kita menyebutnya keajaiban Kutim, bukan daerah yang ajaib. Jadi sederhana saja bahasanya, tapi kesannya yang berbeda,” ujarnya di hadapan Kepala Disdikbud Kutim Mulyono serta undangan lainya.

Mengingat memiliki keajaiban yang luar biasa, dirinya berharap kepada seluruh masyarakat, untuk terus bergerak maju bersama guna membangun kabupaten yang  berusia ke 26 tahun ini melalui karya nyata.

“Gagasan ini muncul sejak tahun 2022 lalu yang ingin menggali seluruh potensi yang kita miliki. Tujuannya jelas. Daerah kita yang harus mendapatkan segala manfaat melalui karya kita bersama untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan,” bebernya.

Berkaitan denga kegiatan yang sudah memasuki tahun kedua ini, Bupati Ardiansyah yang hadir didampingi istri Siti Robiah, berharap agar ke depan dalam pelaksanaan Festival Magic Land, bisa menghadirkan lebih banyak lagi penggiat seni budaya yang turut terlibat. Baik budaya pesisir, pedalaman ataupun budaya Nusantara.

“Kami akan terus mendorong para penggiat seni budaya untuk bisa terus eksis. Karena itu menjadi salah satu modal penting kita dalam membangun daerah tercinta ini yang sulit dimiliki negara lain di dunia ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disdikbud Kutim Mulyono mengatakan, kegiatan yang sudah berlangsung sejak tanggal 14 November lalu menjadi bagian penting untuk memperkenalkan keaneragaman budaya dan seni yang ada di Kutim.

“Kegiatan ini diisi dengan berbagai kegiatan seperli lomba-lomba yang menjadi bagian penting untuk melestarikan kekayaan seni dan budaya Kutim,” ujarnya. (adv/sm3)