Beranda Kalimantan Selatan Transformasional Kepemimpinan Pendidikan di HST, Bupati : Tantangan Sekolah tak Hanya Jalankan...

Transformasional Kepemimpinan Pendidikan di HST, Bupati : Tantangan Sekolah tak Hanya Jalankan Program Semata

463
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Kualitas SDM melalui pendidikan berkualitas disebut Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), Samsul Rizal lebih menentukan arah kemajuan daerah. Melebihi pentingnya pembangunan infrastruktur fisik di HST.

‎‎Penekanan itu disampaikan Bupati Rizal melalui Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setkab HST, H. Ainur Rafiq, saat membuka Pelatihan Transformasional Kepemimpinan Pendidikan dan Strategi Pembelajaran Berdampak di Pendopo Bupati setempat, Selasa (21/4/2026).

‎”Pembangunan infrastruktur memang penting, tapi pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang berkualitas, guru yang profesional, dan kepemimpinan sekolah yang kuat, jauh lebih menentukan arah kemajuan daerah,” ucap Ainur Rafiq membacakan sambutan Bupati.

‎‎Ia menyebut, tantangan zaman menuntut sekolah tidak hanya menjalankan program semata.  Sekolah harus mampu menghadirkan pembelajaran yang benar-benar berdampak pada perkembangan peserta didik (murid). Maka, peran kepala sekolah dan guru sangat strategis dalam peningkatan kualitas pendidikan.

‎”Saya berharap, setelah kegiatan ini akan lahir banyak praktik di sekolah-sekolah. Kepala Sekolah mampu menggerakkan timnya lebih kuat, guru menghadirkan pembelajaran lebih hidup, sehingga anak-anak di HST mendapatkan pengalaman belajar yang lebih bermakna,” harapnya.

‎‎Pelatihan ini sendiri dilaporkan Sekretaris Dinas Pendidikan (Disdik) HST, Salihin dilaksanakan bertahap.  Enam hari dari 20 hingga 25 April 2026. Hari pertama dan kedua fokus kepemimpinan. Diikuti  94 peserta mulai dari pengawas, penilik, perwakilan kepala TK dan SD, semua kepala SMP dan bakal calon kepala sekolahnya (BCKS).

‎‎Selanjutnya, hari ketiga sampai enam fokus strategi pembelajaran guru. Diikuti  guru SMP se-HST berbasis MGMP yang dibagi empat angkatan. Pesertanya 115 orang per hari dengan tujuan proses belajar mengajar di sekolah tidak mengalami kekosongan.

‎”Pelatihan ini untuk memberikan penguatan kepemimpinan kepala sekolah yang berbasis pada kepercayaan dan manajemen tim. Meningkatkan kompetensi guru SMP dalam menerapkan pembelajaran aktif dan berdampak,” kata Salihin.

‎‎Pelatihan ini juga untuk menguatkan kemampuan menyusun strategi berdampak (Impact Based Planning). Serta, menghasilkan perangkat nyata, School Impact Practice Action Plan (Rencana Aksi Praktik Dampak Sekolah) yang dapat langsung diterapkan di sekolah masing-masing.

‎‎Disdik HST sendiri mendatangkan Kandidat Doktor Rian Octa Pratama, seorang praktisi konsultan pendidikan sekaligus pelatih (trainer) tingkat nasional di bidang kepemimpinan pendidikan dan pengembangan strategis pembelajaran berdampak (Impact Planning).

‎‎Di hadapan peserta, Rian Octa Pratama menyampaikan, pelatihan  ini bukan pelatihan biasa.  “Ini momentum kolektif, dan semua pihak yang terlibat agar dapat aktif dan bersinergi untuk kemajuan pendidikan di HST,” ujarnya. 

‎‎Trainer kelahiran Pontianak (Kalbar) tahun 1996 itu menyebut, kalau semua pihak ini bergerak bersama, bapak dan ibu dengan arah yang sama ya, maka perubahan itu bukan lagi kemungkinan ya, tapi keniscayaan.

‎‎Rian pun berharap, dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kegiatan pelatihan ini nantinya bisa memberikan manfaat yang nyata, bukan hanya inspirasi sesaat.

‎‎Usai  seremoni pembukaan, kegiatan dilanjutkan  foto bersama dan penyerahan kenangan-kenangan kepada pelatih/trainer. Diserahkan oleh Ainur Rafiq didampingi para jajaran Disdik HST, termasuk Wakil Ketua DPRD HST, Tajudin.  (adv-msb/jjd).