Beranda Kalimantan Selatan Penguatan Pelaku Usaha Kecil di HST, Bupati Rizal :  UMKM Terbukti Salah...

Penguatan Pelaku Usaha Kecil di HST, Bupati Rizal :  UMKM Terbukti Salah Satu Pilar Utama Perekonomian Daerah

386
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Penguatan UMKM disebut sebagai salah satu strategi penting membangun perekonomian daerah yang lebih mandiri. Karena itu, Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST)  terus berupaya menghadirkan berbagai program pembinaan kepada para pelaku usaha lokal.

‎‎”UMKM terbukti menjadi salah satu pilar utama perekonomian daerah. Di tengah berbagai tantangan, UMKM mampu bertahan, menyerap tenaga kerja, dan menggerakkan perekonomian,” ucap Bupati HST, Samsul Rizal, saat membuka Pelatihan Kewirausahaan pelaku UMKM di Aula Hotel Istiqamah Barabai, Selasa (7/7/2026).

‎‎Pelatihan Kewirausahaan pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah)  ini sendiri  digelar oleh Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM HST. Pelatihan ini diikuti 30 pelaku UMKM yang bergerak  di bidang produk lokal.

‎‎Bupati Rizal menghendaki pelatihan ini jangan hanya sekadar seremonial, tapi  harus menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitasnya. Memperkuat merek produknya, memanfaatkan teknologi digital dan memerluas jaringan pemasaran.

‎”Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan besarnya modal, melainkan juga ketekunan, kedisiplinan, dan kemauan untuk terus belajar serta beradaptasi dengan perkembangan dunia usaha,” ujarnya.

‎‎Bupati Rizal menegaskan, Pemkab HST terus mendukung pengembangan UMKM melalui berbagai program. Mulai dari pelatihan, pendampingan usaha, fasilitasi perizinan, promosi produk, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) hingga perluasan akses pasar.

‎‎Lantas Kepala Dinas Perindustrian, Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM HST, Rapinorrahman menjelaskan, pelatihan ini diikuti 30 pelaku UMKM yang bergerak di bidang produk lokal. Jumlah ini ‎masih sangat kecil dibandingkan sekitar 19 ribu UMKM nonpertanian di  HST.

‎‎Berkaitan itu, maka peserta yang kali ini mengikuti pelatihan diharapkan menjadi percontohan sekaligus menularkan ilmunya kepada pelaku UMKM lainnya.

‎‎”Kami mencoba mencari pola bagaimana produk UMKM ini bisa menembus pasar yang lebih luas. Fokus pelatihan hari ini mulai dari branding, kemasan hingga strategi pemasaran agar produknya memiliki daya saing lebih baik,” katanya.

‎‎Rafinorrahman menyebut, pemerintah daerah juga terus berupaya memperkuat pendampingan melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk Wetland Box, dan menyediakan sejumlah program pendukung seperti sertifikasi halal gratis dan subsidi bunga Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga nol persen melalui Bank Kalsel.

‎‎Sementara salah satu peserta, Ami, owner Amoy Kitchen, mengaku gembira. Ia menyebut, pelatihan ini memberikan banyak pengetahuan baru yang relevan dengan kebutuhan pelaku UMKM saat ini.

‎‎”Materinya sangat membantu. Mulai dari membangun branding, pemasaran, sampai pemanfaatan AI. Menurut saya ini pelatihan  bagus karena materinya mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

‎‎Ia berharap semakin banyak produk lokal UMKM HST yang mampu dikenal lebih luas serta didukung  hadirnya Rumah Kemasan agar pelaku usaha semakin mudah meningkatkan kualitas produk dan memerluas pasar. (adv-msb/jjd).