Kadispora Kutim Basuki Isnawan
Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Meski Pemerintah Kabupaten Kutai Timur(Pemkab Kutim) menghadapi persoalan anggaran yang terus menurun, bukan berarti tidak bisa menjalankan program sebagaimana mestinya. Salah satu contoh yang dilakukan jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kutim.
“Walaupun memiliki keterbatasan anggaran, kita tetap bekerja sesuai program yang ada. Salah satu pola yang dilakukan adalah melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Kadispora Kutim Basuki Isnawan.
Sebelumnya menuju ke arah sana, tambahnya, pihaknya menekankan terkait kinerja di lingkungan instansi yang dipimpinnya dan menciptakan kepercayaan publik. Jika trust yang dibangun sesuai keinginan masyarakat, tentunya banyak pihak yang mau diajak Kerjasama dan kolaborasi.
“Dengan kinerja yang saya lakukan, banyak orang akhirnya ikut membantu. Pengalaman mengajarkan saya bahwa ketika kita menunjukkan kinerja, orang akan percaya dan kemudian bersama-sama memberikan dukungan,” ujarnya.
Ia mengakui, dalam menjalankan berbagai program, pihaknya tidak selalu memiliki dukungan anggaran yang memadai. Namun kondisi tersebut justru mendorong Dispora untuk mencari pola kolaborasi dengan berbagai pihak.
Basuki mencontohkan sejumlah kegiatan kepemudaan yang tetap dapat berjalan karena adanya dukungan dan kepedulian dari berbagai pihak. Kolaborasi tersebut menjadi penting agar program pembinaan pemuda tetap dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.
Menurutnya, pendekatan serupa juga diterapkan dalam menangani persoalan sosial yang melibatkan generasi muda, salah satunya aktivitas balap liar.
Dispora berupaya menyediakan ruang dan kegiatan alternatif yang lebih positif bagi pemuda, sehingga energi dan minat mereka dapat disalurkan melalui aktivitas yang produktif.
“Balap liar juga menjadi perhatian kita. Karena itu, kita harus membuka ruang bagi anak-anak muda untuk melakukan kegiatan yang positif,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan pemuda membutuhkan konsistensi dan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri, sehingga dukungan masyarakat, komunitas, dunia usaha dan pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang positif bagi generasi muda.
Basuki menegaskan, selama program memberikan manfaat bagi masyarakat dan dijalankan dengan baik, peluang kolaborasi akan semakin terbuka. “Yang harus kita tunjukkan adalah kinerja. Kalau kita bekerja dengan baik dan programnya dirasakan masyarakat, insyaallah akan ada pihak-pihak yang ikut mendukung,” pungkasnya.(adv/sm2)



























