Beranda Infrastruktur Banjir Barabai Meluas, Bupati HST Turun Tangan, Kerahkan Petugas Tangani “Raba Paring”...

Banjir Barabai Meluas, Bupati HST Turun Tangan, Kerahkan Petugas Tangani “Raba Paring” yang Sumbat Jembatan

897
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Luapan banjir di Kota Barabai yang kian meluas ke sejumlah kawasan lainnya, Senin (18/5/2026), membuat Bupati HST, Samsul Rizal tak tinggal diam. “Orang nomor satu” HST itu turun langsung ke lokasi dan mengerahkan petugas untuk menangani persoalan di lapangan.

‎‎Banjir di Kota Barabai sendiri diketahui tak hanya merendam ruas-ruas  jalan dan permukiman warga, melainkan juga membawa “raba paring” atau sampah rumpun bambu yang menyumbat kolong Jembatan Dharma di Kelurahan Barabai Darat. Bupati Rizal pun melihat langsung kondisinya.

‎‎”BPBD dan Dinas LH serta pihak terkait lainnya sudah kita kerahkan.  Secepatnya harus kita selesaikan sampah-sampah (raba) yang menumpuk di jembatan ini,” ucapnya di sela-sela peninjauan.

‎‎Ia menyebut, tumpukan sampah rumpun bambu di kolong jembatan tersebut harus dibersihkan. Sebab, kalau alur sungai tertutup, maka pergerakan turunnya air sungai akan lambat  dan rendaman banjir tak cepat surut.

‎‎Banjir di Kota Barabai diketahui akibat meluapnya air sungai Benawa menyusul intensitas hujan yang cukup tinggi selama dua hari di sebagian besar wilayah HST. Terutama di kawasan pegunungan Meratus.

‎‎Terpantau media ini hingga Senin malam (18/5/2026), kondisi air di wilayah Kota Barabai  terus mengalami kenaikan dibanding siang dan sore hari. Ruas jalan PHM Noor, Jalan H Damanhuri, dan Jalan Keramat Manjang dilaporkan semakin dalam terendam.

‎‎Rendaman banjir itu belum termasuk di Jalan Ulama, seputaran Telaga Air Mata, Pasar I, II, dan III.  Itu pun belum lagi di daerah yang lebih rendah seperti di Pajukungan, Desa Jaranih, Masiraan (Pandawan)  dan lainnya.

‎‎13 DESA/KELURAHAN TERENDAM

‎‎Di bagian lain, Plt. Kepala BPBD dan Damkar HST, Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinoor, merilis data kawasan yang terendam banjir. “Ada 13 desa dan kelurahan dari 3 kecamatan yang saat ini terdampak banjir,” ujar Fitriadinoor secara terpisah ke awak media ini. 

‎‎Terdata hingga pukul 16.00 WITA, banjir di Kecamatan Batu Benawa merendam Desa Aluan Besar dan Paya Besar.  Di dua desa ini ada 654 rumah yang dihuni 673 KK (1.889 jiwa) terdampak. Kondisi air perlahan mulai surut.

‎‎Kecamatan Pandawan meliputi Desa Kayu Rabah (RT 07), Desa Jaranih (RT 01-07),  Masiraan, dan Desa Palajau. Tercatat 683 rumah terendam dengan total sementara warga yang terdampak 676 KK (2.034 jiwa).

‎‎Dampak banjir cukup besar di Kecamatan Barabai. Daerah-daerah atau kawasan terendam mencakup Kelurahan Barabai Darat, Barabai Timur, Barabai Selatan, Barabai Utara, Bukat, Desa Mandingin, hingga Desa Pajukungan.

‎‎Sebanyak 1.142 rumah dengan total warga mencapai 3.294 jiwa terdampak luapan air di wilayah ibu kota. Dari jumlah tersebut,  375 rumah warga sudah terendam air dalam rumah, dengan rincian 350 unit di Barabai Darat dan 25 unit di Barabai Timur.

‎‎Sejauh ini, Fitriadi menyebut, dampak banjir di wilayah HST tidak terdapat korban jiwa.  “Kami berharap dan mengimbau kepada seluruh warga untuk selalu waspada dan lebih hati-hati lagi terhadap bencana banjir ini,” pungkasnya.  (adv-msb/jjd)