Satumejanews.id. SANGATTA – Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti Gedung PKK Bukit Pelangi, Minggu (28/6/2026) pagi, saat Kelompok Bermain (KB) dan Raudhatul Athfal (RA) Al Murtasyidah menggelar Haflah Akhirusanah dan Pentas Seni Tahun Ajaran 2025/2026. Mengusung tema “Menebar Kasih Sayang Merangkai Akhlak Sejak Usia Dini,” acara ini menjadi momen perpisahan sekaligus perayaan bagi anak-anak yang telah menyelesaikan pendidikan di jenjang usia dini.
Pentas seni yang digelar menampilkan beragam kreativitas siswa, mulai dari hafalan Al-Qur’an hingga tarian Selamat Ulang Tahun yang enerjik. Para orang tua dan tamu undangan tampak larut dalam kebahagiaan menyaksikan penampilan putra-putri mereka di atas panggung.

Kepaa Sekolah KB dan RA Al Murtasyidah, Yusya Mufarrikha, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan haru di hari bahagia tersebut. “Mungkin ini adalah saat hari terakhir anak-anak berada di sekolah. Namun, segala kegiatan pembelajaran yang kita lalui akan menjadi kenangan indah yang tidak akan mudah untuk dilupakan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai investasi bagi negeri. Tanpa adanya ilmu, maka sama saja seseorang tersebut sedang kekurangan bekal. “Marilah kita tetap bersemangat untuk mendidik anak, mendampingi mereka saat belajar, mendukung mereka, serta membekali mereka dengan ilmu, pengetahuan, dan adab,” pesannya.

Yusya juga berpesan semua anak baik dan berprestasi. Namun harus tetap tunjukkan semangat belajar yang giat di manapun ananda berada.“Jagalah nama baik sekolah kita. Tetapkan hati dan pikiran untuk selalu jujur dan berbuat baik,” katanya.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan terima kasih atas kerja sama wali murid yang telah mensupport kegiatan belajar anak. “Bersamaan dengan acara perpisahan ini, kami serahkan kembali putra-putri bapak dan ibu. Selesai sudah tugas kami dalam membimbing serta mendidik putra dan putri bapak dan ibu. Keberhasilan anak-anak tidaklah lepas dari peran para orang tua,” tuturnya.

Acara tersebut turut dihadiri oleh Perwakilan Dinas Pendidikan Kutim, Mujahidul Wathoni, serta perwakilan IGTKI, Kemenag, dan Pengelola Sekolah Bunda Sri Mulyani. Kehadiran para pemangku kebijakan ini menunjukkan perhatian serius pemerintah daerah terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul.
Haflah Akhirusanah ini menjadi bukti nyata penanaman nilai-nilai agama dan karakter sejak usia dini dapat dikemas secara menyenangkan melalui seni dan kreativitas. Momentum perpisahan ini menjadi awal baru bagi generasi emas untuk terus melangkah dengan bekal akhlak mulia dan kasih sayang. (*/sm4)



























