Beranda Kalimantan Selatan SPPG Banua Jingah Jangkau 3.754 Penerima, Rahmi Hidayat : Komitmen Kami Setiap...

SPPG Banua Jingah Jangkau 3.754 Penerima, Rahmi Hidayat : Komitmen Kami Setiap Porsi Makanan Higienes

375
0

‎‎Satumejanews.id. BARABAI — Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) Banua Jingah, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), telah menjangkau 3.754 penerima manfaat melalui program pemberian makanan bergizi gratis (MBG) sejak mulai beroperasi Maret 2025.

‎‎”Kami berkomitmen penuh untuk memastikan setiap porsi makanan bergizi yang didistribusikan selalu higienis, tepat waktu, dan benar-benar jatuh ke tangan yang membutuhkan,” ujar Kepala SPPG Banua Jingah, Rahmi Hidayat, Rabu (10/6/2026).

‎‎Rahmi menyebut, capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi antara tim pengelola lapangan, pihak sekolah, serta kader kesehatan yang terlibat dalam pelaksanaan program di lapangan.

‎‎Ia menyebut, dari total 3.754 penerima, terdapat 3.413 berasal dari sektor pendidikan. Mulai dari tingkat TK  hingga MA (Madrasah Aliyah). Kemudian, 340 berasal dari kelompok rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sedang sisanya tenaga kependidikan yang turut menjadi sasaran program.

‎‎Rahmi merincikan, sejumlah sekolah yang menerima manfaat tersebut antara lain TK Kartika, TK Cendrawasih, TK Merpati, SDN Banua Binjai, SDN 1 Barabai Barat, SDN Barabai Utara, hingga SDN Banua Jingah.

‎‎Untuk penyaluran terbesar, SPPG Banua Jingah mendistribusikan ke tingkat madrasah dan sekolah menengah, yakni MIN 8 HST dengan jumlah 799 porsi, MTsN 2 HST (992 porsi), serta MAN 1 HST (953 porsi).

‎‎”Nutrisi yang seimbang adalah modal utama anak-anak kita agar bisa menyerap pelajaran dengan optimal tanpa kendala kelelahan. Melalui menu harian yang teratur, kita sedang berinvestasi besar pada kualitas masa depan generasi muda di HST,” ujar Rahmi.

‎‎Pada sektor kesehatan keluarga, program ini juga menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita yang tersebar di delapan Posyandu dengan total cakupan 340 penerima manfaat.

‎‎Upaya tersebut dilakukan untuk mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menekan risiko tengkes (stunting) sejak masa kehamilan hingga masa pertumbuhan anak.

‎‎”Dukungan berkesinambungan dari pemerintah daerah, dinas terkait, serta partisipasi aktif masyarakat sangat diharapkan agar cita-cita mewujudkan generasi Bumi Murakata yang sehat, cerdas, dan bebas dari masalah gizi buruk dapat tercapai,” ujar Rahmi.

‎‎Salah satu penerima manfaat, Hadijah, mengaku terbantu atas adanya program makan bergizi yang disalurkan SPPG Banua Jingah. “Iya, anak saya ikut menerima manfaat program ini. Kami sebagai orang tua merasa terbantu karena anak mendapatkan tambahan asupan gizi,” ujarnya saat dikonfirmasi terpisah. (adv-msb/jjd).