Satumejanews.id. BARABAI — Kontingen Hulu Sungai Tengah (HST) mengirimkan 53 peserta terbaik untuk mengikuti arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) 2026 di Barito Kuala. Kesiapan kafilah HST sendiri tahun ini disebut lebih siap dan matang.
”Atas nama pemerintah daerah, saya merasa bangga karena kita hari ini melepas para pecinta Al-Qur’an. Putra-putri terbaik HST untuk berjuang dan membawa nama baik daerah,” ujar Wakil Bupati HST, H Gusti Rosyadi Elmi sesaat hendak melepas kafilah MTQ HST di depan gedung Mahligai Inspirasi Al-Qur’an, Jumat (19/6/2026).
Wabup Rosyadi menyebut, MTQ merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi muda yang beriman, berkarakter Qur’ani, serta mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat dalam membangun daerah yang religius dan harmonis.

”Pembangunan daerah yang sejati bukan semata-mata membangun fasilitas fisik, melainkan juga membangun pondasi keimanan dan spiritual masyarakatnya,” kata Wabup Rosyadi.
Wabup berpesan, seluruh peserta agar meluruskan niat untuk beribadah dan mensyiarkan Al-Qur’an. Menjaga kesehatan dan tampil percaya diri sebagai putra-putri terbaik yang telah melalui proses seleksi dan pembinaan.
Wabup yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) HST itu mengatakan, kafilah yang diberangkatkan terdiri 53 peserta, ditambah ofisial dan pelatih sehingga jumlah keseluruhan rombongan 94 orang.
Terkait persiapan, pihaknya telah melakukan berbagai pembinaan, pelatihan mandiri, hingga training center (TC) terus dilakukan untuk meningkatkan kemampuan para peserta yang dilakukan sejak usainya MTQ tingkat kabupaten di Kecamatan Hantakan pada Oktober 2025 lalu.

”Persiapannya sudah berbulan-bulan sejak tahun lalu. Kita sudah beberapa kali melaksanakan TC dan terakhir dipusatkan selama tiga hari. Insyaallah kesiapan kita tahun ini jauh lebih siap, tinggal menunggu hasil terbaik dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujar Gusti Rosyadi agak optimistis.
Menurut dia, melalui persiapan tersebut, HST ditargetkan mampu memperbaiki capaian tahun sebelumnya yang berada di peringkat 11. Tahun ini diharapkan berada di posisi 8 dan minimal di 9 besar.
Rosyadi juga menjelaskan masih ada beberapa cabang yang belum dapat diikuti karena membutuhkan peserta dengan kriteria khusus, seperti hafalan Al-Qur’an 30 juz dan kemampuan tafsir dalam Bahasa Arab, Bahasa Inggris, maupun Bahasa Indonesia. Meski demikian, sekitar 90 persen cabang MTQ tetap dapat diikuti oleh kafilah HST.

”Kami berkomitmen peserta yang tampil merupakan putra-putri asli Bumi Murakata. Kita tidak menggunakan peserta luar daerah, sehingga pembinaan terus dilakukan untuk melahirkan generasi Qur’ani dari daerah sendiri,” kata Rosyadi kepada awak media.
Lantas, salah satu peserta Cabang Syarhil Qur’an Putri, Siti Fatimah, juga mengaku optimis menghadapi perlombaan setelah menjalani latihan hampir setiap hari bersama timnya.
”Harapan kami yang utama adalah mensyiarkan Al-Qur’an. Semoga saat tampil nanti semuanya berjalan lancar, tidak ada kesalahan, dan kami bisa memberikan penampilan terbaik untuk Kabupaten Hulu Sungai Tengah,” ujar Siti Fatimah. (adv-msb/jjd).

























