Satumejanews.id. BARABAI – Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) terus mengupayakan layanan pendidikan hingga ke pelosok desa nun jauh terpencil. Itu dibuktikan melalui keberangkatan Tim Ekspedisi Mama Deden ke Desa Juhu, Kec. Batang Alai Timur (BAT), desa terpencil dan tertinggi di HST, Kalimantan Selatan.
Bertajuk ‘Langkah Kasih Mama Deden ke Pelosok Hulu Sungai Tengah’ ekspedisi ini diikuti 125 peserta. Terdiri dari Bunda PAUD, Persit KCK, KNPI, Disdik, Dinkes, BPBD, Satpol PP, Kodim 1002/Barabai, media, dan masyarakat Juhu sebagai pemandu jalan dan porter.
“Ini langkah nyata dan komitmen kita untuk memastikan layanan PAUD menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak di wilayah terjauh dan terisolasi,” ujar Bunda PAUD HST, Deni Era Yulyantie sebelum keberangkatan di Halaman Kantor Bupati HST. Rabu (19/11/2025).

Tim ekspedisi ini membawa misi berbagai program edukatif. Pemeriksaan tumbuh kembang anak, pendampingan pendidikan, dan kebutuhan lainnya.
Mama Deden — sapaan akrab Deni Era Yulyantie yang istri Bupati HST Samsul Rizal — itu menyebut, anak-anak Juhu memiliki hak sama untuk pendidikan berkualitas. “Kehadiran tim ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memerkuat layanan pendidikan di sana,” ungkapnya.
Keberangkatan tim ini dilepas oleh Wakil Bupati HST, H Gusti Rosyadi Elmi. Ia menegaskan, pemerintah daerah memiliki komitmen kuat menghadirkan pelayanan pendidikan yang merata hingga wilayah paling jauh.

“Ekspedisi ini bukan sekadar perjalanan fisik, tapi perjalanan dengan misi kemanusiaan. Kita ingin pastikan layanan PAUD terintegrasi, dan bisa dirasakan hingga pelosok pegunungan, tanpa meninggalkan satu pun anak dari perhatian,” ujarnya sesaat melepas tim ekspedisi tersebut.
Wabup juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh anggota ekspedisi yang akan menjalankan tugas berat dengan jarak tempuh tidak mudah. “Saya yakin, dengan ketulusan dan semangat pengabdian, perjalanan ini membawa manfaat besar bagi masyarakat,” pesannya.
Desa Juhu terletak di kawasan tertinggi pegunungan Meratus, Kalsel. Jaraknya sekitar 50 km dari Kecamatan Barabai. Ruas jalan yang bisa dilewati dengan transportasi (roda 2 dan roda 4 — Red) hanya sekitar 36 km.
Selebihnya atau sekitar 14 km sisanya hanya bisa diakses lewat jalan kaki. Melewati jalan setapak di kawasan hutan, sungai, pegunungan dan jurang dengan bebatuan terjal yang memakan waktu tempuh selama dua hari. (adv-msb/jjd).

























