Beranda Nasional Le Petit Bridge: Permainan Kartu yang Mendidik dan Menyenangkan Jauh dari Kesan...

Le Petit Bridge: Permainan Kartu yang Mendidik dan Menyenangkan Jauh dari Kesan Judi

151
0

Oleh : Bert Toar Polii

Beberapa waktu yang lalu ketika kami pendiri Mall Bekasi Hypermall (MBH) Bridge Community dengan Ketua MBH Bridge Community sedang bertemu dan berdiskusi tentang bridge. Kami yang bertemu Mayjen TNI (Purn) Ivan R Pelealu, Sudradjat, penulis sebagai pendiri dan Michael Lakat sebagai Ketua.

Penulis melontarkan problem memasyarakatkan olahraga bridge di Indonesia dan sekarang juga dirasakan oleh Malaysia karena penggunaan kartu remi. Ini membuat pihak yang awam tentang olahraga ini dengan gampang mengidentikan dengan permainan judi. Akibatnya Mendiknas Muhammad Nuh mencoret olahraga bridge dari O2SN padahal Mendiknas sebelumnya Bambang Sudibyo justru memasukan olahraga bridge.

Selanjutnya setelah dikeluarkan, proses untuk masuk kembali ternyata sangat sulit. Sehingga sampai saat ini perjuangan PB Gabsi untuk mempertandingkan kembali belum berhasil.

Hal ini memang sulit dibantah, walaupun olahraga bridge telah diakui oleh International Olympic Committee (IOC) sebagai olahraga dan berkat Indonesia sudah dipertandingkan di multi event SEA Games dan Asian Games.

Selain itu sudah ada fatwa dari MUI Aceh saat diadakan Kejurnas Bridge di Banda Aceh beberapa puluh tahun yang lalu dan bahkan sudah kedua kali. Terakhir mendapatkan tausiyah dari Majelis Silaturrahim Kyai dan Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia. Bisa dibaca disini : https://www.kompasiana.com/berttoarpolii2365/68fee05634777c7471200032/bridge-bukan-judi-tapi-olahraga-otak 

Saat bercakap-cakap itu Sudradjat menantang saya untuk membuat alat permainan bridge bukan kartu remi sehingga tidak terkesan judi. Memang ini masalah sulit karena World Bridge Federation juga sudah mencoba dengan mendesign sedikit lain bentuknya. Tapi tetap mirip kartu remi.

Namun tantangan ini ternyata sudah ditemukan oleh Federasi Bridge Perancis dengan membuat Le Petit Bridge untuk mengajarkan model permainan bridge kepada anak-anak sekitar 6-9 tahun.

Ini penjelasannya :

Le Petit Bridge adalah versi sederhana dari permainan bridge yang dirancang khusus untuk anak-anak berusia 6 tahun ke atas. Permainan ini dikembangkan oleh Fédération Française de Bridge (FFB) untuk membantu anak-anak mengembangkan kemampuan matematika, logika, dan kerja sama tim.

Cara Bermain Le Petit Bridge

Permainan ini dimainkan oleh 4 pemain yang dibagi menjadi 2 tim. Setiap tim memiliki 10 kartu dengan warna dan tema yang berbeda-beda, seperti hewan, transportasi, buah, dan pakaian. Tujuan permainan adalah memenangkan sebanyak mungkin trik (putaran) dengan memainkan kartu yang tepat.

Manfaat Le Petit Bridge

– Mengembangkan kemampuan matematika, seperti menghitung dan membandingkan angka

– Meningkatkan logika dan penalaran

– Mengembangkan kerja sama tim dan komunikasi

– Meningkatkan kemampuan bahasa dan sosial

Le Petit Bridge di Sekolah

Permainan ini telah diadopsi oleh beberapa sekolah di Perancis sebagai bagian dari kurikulum pendidikan. Le Petit Bridge membantu anak-anak mengembangkan kemampuan matematika dan sosial dalam suasana yang menyenangkan dan interaktif

Kesimpulan

Le Petit Bridge adalah permainan kartu yang mendidik dan menyenangkan untuk anak-anak. Dengan mengembangkan kemampuan matematika, logika, dan kerja sama tim, Le Petit Bridge dapat menjadi alat yang efektif untuk meningkatkan kemampuan anak-anak. ***