Satumejanews.id. BARABAI — Warga Desa Pemangkih, Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Kabupaten Hulu Sungai Tengsh (HST), kini gundah. Pria Muhammad Riduan (62), yang dikenal kaum Masjid Jami Pemangkih dilaporkan hilang sejak Sabtu (16/5/2026) petang, dan masih belum ditemukan sampai sekarang.
”Benar, ada salah satu warga Pemangkih yang dilaporkan hilang di sungai. Dia laki-laki Muhammad Riduan (62), warga RT. 003, RW.001, Kec. LAU, HST, dan sampai sekarang masih belum ditemukan,” ungkap Plt. Kepala BPBD dan Damkar HST, Ahmad Fathoni melalui Kasi Kedaruratan, Fitriadinoor.
Dikonfirmasi media ini via WA, Ahad pagi (17/5/2026), Fitriadi membenarkan, dugaan kuat korban tenggelam di sungai. Sungai Benawa berarus deras di belakang Masjid Pemangkih yang daerah aliran hulunya di kawasan Meratus melalui Kota Barabai. Sedang upaya pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Tim BPBD dan Damkar HST sendiri, sebutnya, menurunkan 31 personel ke lokasi untuk membantu pencarian. Belum lagi personel TNI, Polri, Kepala Desa (Pembakal) dan masyarakatnya yang juga bahu membahu melakukan pencarian korban di seputar lokasi musibah.

Namun, upaya pencarian korban dengan menyisir lekukan-lekukan sungai hingga ke arah hilir belum membuahkan hasil. Korban yang hari-harinya “marbot” (kaum) Masjid Jami Pemangkih tersebut belum juga ditemukan hingga berita ini dikirim pukul 09.00 WITA.
KRONOLOGI KEJADIANNYA
Kronologi singkat kejadiannya begini. Awalnya hari Sabtu itu, 16 Mei 2026, sekira jam 14.00 WITA, saksi Mahrani, warga sekitar turun ke sungai atau disebut Urang Banjar “batang banyu”. Mahrani ingin mandi sehabis pulang kerja.
Ketika itu, urai Fitriadi, saksi melihat korban Riduan berada di dalam sungai. Korban sedang mencungkil atau mengangkat alat perangkap ikan (ayanan) di dalam air. “Kondisi perangkap tersebut penuh dengan lumpur, dan saksi sempat berbicara dan bertanya kepada korban,” ujar Fitriadi.

Selepas mandi, Mahrani tak berbicara lagi. Ia langsung naik ke darat/tebing dan pulang meninggalkan korban yang masih sendiri berada di dalam air. Sedang kondisi debit air sungai tak mengalami kenaikan.
Lantas sekitar jam 14:30 WITA, saksi lainnya, Nor Jannah juga melihat korban masih berada di dalam air. Saksi melihat dari dalam rumahnya yang terletak di tepi sungai. “Saksi melihat korban masih di dalam air dengan kondisi air sekitar dada atau sebatas bahu korban,” Fitriadi mengutip kesaksian dua warga itu.
Namun, sejurus kemudian, korban yang tinggal seorang diri dan tak memiliki riwayat penyakit apa pun itu tak terlihat lagi. Tak pulang-pulang sampai sekarang, hingga sekitar pukul 18.00 WITA pihak keluarga mencari korban ke sungai dan hanya menemukan sandal jepit dan rokok korban tertinggal di atas lanting (jamban).
Sejak penemuan itu, pihak keluarga dan warga sekitar geger dan gundah. Kabar raibnya sosok kaum Masjid Jami Pemangkih yang sering melantunkan adzan panggilan shalat itu sontak menyeruak ke berbagai grup WA, hingga diteruskan ke BPBD dan Damkar HST untuk dilakukan pencarian. (jjd).























