Satumejanews.id. SAMARINDA – Sejumlah pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan audiensi dengan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud di ruang kerjanya di jalan Gajah Mada, Samarinda, Senin (11/5/2026). Salah satu tujuannya untuk menjalin silaturahim dan melaporkan terkait pengukuhan pengurus MUI periode 2026-2031.
Usai audiensi, Gubernur dan jajaran pengurus MUI melakukan silaturahim dan bersalaman. Saat ini, Gubernur Harum mencium tangan Ketua MUI. Pertemuan yang berlangsung secara kekeuargaan itu berlangsung akrab.
Audiensi dipimpin Ketua MUI Kaltim KH Muhammad Rasyid didampingi sejumlah pengurus lainnya. Di antaranya, Sekretaris Abubakar Madani, Wakil Ketua H Sularno, Bendahara Widyasmoro dan Wakil Bendahara H Fauzan. Selain itu ada juga Keta PWNU Kaltim Fauzi Ahmad Bahtar.
“Alhamdulillah kitab isa bertemu dengan Gubernur Kaltim Pak Rudy Mas’ud untuk bersilaturahim. Kami bersama pengurus NU ingin melaporkan terkait pengukuhan pengurus MUI periode 2026-2031 dan sekaligus Rapat Koordinasi MUI se-Kaltim yang direncanakan digelar pada 23 Juni 2026 nanti,” ujar Ketua Rais Syuriah PWNU Kaltim ini.

Menurut rencana, tambah Imam Besar Masjid Islamic Center Samarinda ini, Raker MUI akan dihadiri sekitar 200 peserta dari kabupaten/kota se-Kaltim dan dilaksanakan di kota Samarinda. Pihaknya berharap, Gubernur bisa hadir pada pengukuhan dan Rakor MUI tersebut.
Pada kesempatan itu, Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud (Harum) mengapresiasi jajaran pengurus MUI dan PWNU Kaltim yang telah melakukan audiensi dan silaturahim. Pihaknya juga berterima kasih kepada jajaran MUI maupun NU sebagai mitra strategis pemerintah karena telah ikut terlibat membina umat dan warga Benua Etam.
“Tentu saja kami akan mendukung semua program ormas ormas Islam, termasuk MUI. Tidak bisa dipungkiri, MUI dan NU sangat penting dan berkontribusi dalam menjaga serta memelihara kondusifitas daerah,” kata Rudy Mas’ud.
Orang nomor satu di Benua Etam ini meminta, ke depan MUI lebih optimal berperan di tingkat lapang dalam memberikan pembinaan bagi umat dan masyarakat Kaltim. Kemajuan teknologi informasi saat ini menurut dia, sangat berpengaruh terhadap sikap dan perilaku masyarakat yang harus segera diantisipasi dan diimbangi dengan penyampaian informasi yang benar dan akurat.
“Jangan sampai masyarakat kita terpengaruh dengan arus budaya luar dan mudah menerima informasi hoax. Kondusifitas sangat berpengaruh pada pelaksanaan pembangunan dan investasi sulit masuk kalau Kaltim tidak aman,” ungkap Gubernur Harum. (*)





















