Beranda Opini Teluk Perancis

Teluk Perancis

326
0

Pantai Teluk Prancis. (Wahyu Yuli Artanto)

Catatan Wardi

SEJUMLAH anggota DPRD Kutim kerap mempersoalkan terkait alternatif Pendapatan Asli Daerah (PAD) di daerah ini. Sebab, sejak kabupaten ini berdiri, pendapatannya hanya mengandalkan Dana Bagi Hasil (DBH) dari batubara dan migas (minyak dan gas) dari pemerintah pusat.

Suatu saat nanti, sektor pertambangan dan gas pasti akan habis. Saya melihat apa yang disampaikan para wakil rakyat itu benar adanya. Jika pemerintah sejak sekarang menyikapinya dengan serius, tentu sektor pariwisata yang paling pas dan banyak disarankan oleh anggota dewan juga, terkait pendapatan alternatif nantinya.

Kutai Timur (Kutim) banyak memiliki destinasi wisata yang menarik. Saya melihat yang terdekat di ibukota kabupaten saja ada beberapa lokasi. Antara lain pantai Teluk Lombok, Pantai Kenyamukan, Taman Nasional Kutai (TNK), Prevab Mentoko, sebuah kawasan konservasi bagi orang utan (pongo pygmeus), yang masih dalam pengelolaan Balai TNK juga.

Selain itu, ada kawasan Teluk Perancis. Destinasi wisata yang satu ini cukup menarik. Selain dekat kota Sangatta dan bisa dijangkau dengan kendaraan darat maupun air (pakai perahu), kawasan itu sudah sudah ditata dan dikelola oleh Pemuda Panca Marga (PPM) dan Granat (Gerakan Nasional Anti Narkoba) Kutim.

Kebetulan, dua organisasi ini dipimpin satu orang, yakni Herlang Mappatiti. Saya melihat keseriusan mantan anggota DPRD Kutim ini cukup ulet dalam memperjuangkan dan mengelola pantai Teluk Perancis tersebut.

Sejak beberapa tahun lalu, dia sudah merintisnya dengan beberapa teman dan anggota dua organisasi yang dipimpinnya tersebut. Bahkan ketika menjadi anggota dewan beberapa waktu lalu, Herlang juga banyak meluangkan waktu dan dananya untuk mensupport kegiatan di kawasan wisata tersebut.

Teranyar, kawasan itu dihelat untuk Festival Teluk Perancis pada 13 dan 14 Agustus 2022. Kegiatan yang memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan RI itu, diisi berbagai kegiatan. Antara lain camping, lomba olahraga tradisional dan hiburan musik.

Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman membuka acara seremoni di kawasan Teluk Perancis, pada festival itu. Orang nomor satu di Kutim ini meminta kegiatan tersebut dijadikan even tahunan, guna mempromosikan destinasi wisata Teluk Perancis.

Saya melihat kesungguhan Herlang untuk memperjuangkan dan sampai saat ini masih konsisten dalam pengelolaan kawasan wisata Teluk Perancis. Jika itu dikelola secara profesional, saya yakin, kawasan itu nantinya banyak didatangi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

Kawasan yang luas daratannya sekitar 8 hektare itu, dilengkapi sejumlah fasilitas. Antara lain 6 villa, ruang pertemuan, toilet untuk umum dan kawasan untuk camping dan olahraga. Tidak tertutup kemungkinan untuk outbond juga bisa dihelat di sana.

Teluk Perancis, yang saat ini sudah memiliki sejumlah fasilitas, tentu belum begitu lengkap. Tentunya Pemerintah bisa memberikan suport yang baik. Salah satunya infrastruktur jalan yang memadai menuju kawasan tersebut. Sehingga jika ada wisatawan menuju ke sana tidak lagi mengeluhkan terkait infrastruktur. Begitu juga fasilitas perlu ditambah, sebagai bentuk pemberian pelayanan bagi wisatawan yang datang.

Jika Pemkab Kutim konsen untuk mencari alternatif PAD yang baru, satu-satunya adalah sektor pariwisata. Yang dekat kota dan bisa dijangkau salah satunya Teluk Perancis. Meski tidak menapikkan yang lain. Herlang Mappatiti sudah konsisten untuk mengelola dan menjaganya dengan baik hingga saat ini.

Provinsi Bali dan sejumlah daerah lain yang tidak memiliki sumber daya alam seperti di Kutim, memang konsen di sektor pariwisata. Dan, hasilnya cukup besar serta mampu membiayai pembangunan daerahnya serta tidak tergantung dengan DBH, seperti yang dialami Kutim selama ini.

Tentunya diperlukan goodwill nyata dari pemerintah untuk konsisten membangun destinasi wisata yang bisa dijadikan pemasukan bagi daerah, seperti di Bali. Saya yakin dan optimis, jika infrastruktur dibenahi sejak dini, destinasi wisata di Kutim akan banyak dikunjungi wisatawan. Termasuk kawasan Teluk Perancis yan sudah mulai muncul ke permukaan dan dikelola dengan baik selama ini. Selamat mencoba. ***

Artikulli paraprakBPBD Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Musibah Kebakaran di Munthe
Artikulli tjetërKetua dan Wakil Ketua DPRD Ikuti Kejuaraan Bulutangkis

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini