Satumejanews.id, SANGATTA- PT Kaltim Prima Coal (KPC) bekerja sama dengan kontraktor mitra menggelar pertemuan kolaboratif bertajuk “Bersatu Atasi Stunting Secara Terpadu” pada Selasa (10/2/2026). Kegiatan berlangsung di Kantor Learning & Development, Gedung J18 Wisma Prima PT KPC, Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara.
Acara ini menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama antara KPC, kontraktor, pemerintah kecamatan, dan dinas terkait dalam upaya menurunkan angka stunting di daerah tersebut.
Act. Manager Community Empowerment PT KPC, Felly Lung, menjelaskan pertemuan ini adalah langkah tepat untuk memastikan kolaborasi lintas sektor berjalan dengan efektif dan berkelanjutan.
“Alhamdulillah, hari ini kita berhasil menyelenggarakan kegiatan yang sangat berharga. Bersama kontraktor, Camat Sangatta Utara, dan dinas terkait, kita berkumpul untuk memastikan kerja sama yang nyata dalam memerangi stunting di sini,” ujar Felly.
Ia menambahkan, perwakilan dari kontraktor seperti PT United Tractors dan PT PAMA juga siap terlibat aktif untuk memberikan kontribusi positif dalam menurunkan angka stunting. Tak lupa, Felly Lung mengucapkan terima kasih atas partisipasi para kontraktor. Ia menekankan bahwa kolaborasi lintas sektoral antara swasta, KPC, dan kontraktor menjadi kunci penting dalam mendukung program pemerintah daerah.
“Kita sadar betul bahwa kerja sama antar sektor sangat diperlukan. KPC dan kontraktor akan terus menunjukkan peran aktif agar tujuan pemerintah bisa tercapai, demi mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, sehat, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu, ESR Dept Head PT United Tractors, Ahmad Taufiq, menegaskan dukungan penuh perusahaan untuk program pemerintah daerah. “Kami siap mendukung upaya menurunkan angka stunting melalui program tanggung jawab sosial perusahaan yang sudah berjalan,” katanya.
Menurut Taufiq, pihaknya telah membina tiga posyandu di Sangatta Utara yang mendapatkan pendampingan setiap bulan. Pendampingan meliputi peningkatan kemampuan kader dan pemantauan kondisi balita, terutama yang berisiko stunting. “Kami juga punya pengalaman sukses menurunkan angka stunting di wilayah Singa Gembara,” tambahnya.
Selanjutnya, CSR Officer PT PAMA, Rafael Aryawinang, menyampaikan perusahaan tersebut sejalan dengan komitmen KPC dan kontraktor lain terkait isu kesehatan, khususnya pencegahan stunting.
“Kami selaras dengan apa yang disampaikan oleh Pak Felly dan Pak Taufiq. PT PAMA fokus pada kesehatan masyarakat dan siap mendukung upaya bersama. Di Kutai Timur, kami sudah menjalankan program pembinaan, pemberian makanan tambahan, dan pelatihan kader posyandu bersama Desa Siaga setiap tahun,” jelas Rafael.(*/smn4)



























