Beranda Kalimantan Selatan Rakor TPID HST, Wabup Rosyadi : Kendalikan Inflasi Tinggi, Hampir Separuh Penduduk...

Rakor TPID HST, Wabup Rosyadi : Kendalikan Inflasi Tinggi, Hampir Separuh Penduduk HST Miskin

49
0
Wakil Bupati HST, H Gusti Rosyadi Elmi (tengah) dan dua pejabat yang mendampinginya.

Satumejanews.id. BARABAI – Semua pihak terkait di Hulu Sungai Tengah (HST) diminta untuk memerhatikan dan mengendalikan inflasi daerah. Ini penting karena dampak dari kenaikan inflasi yang tinggi itu berdampak pada masyarakat miskin HST dan rentan miskin.

Penekanan itu diungkap Wakil Bupati HST, H Gusti Rosyadi Elmi, saat Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) HST Tahun 2026 di Auditorium Setkab HST, Kota Barabai, Senin (9/2/2026).

“Apa pentingnya kita memerhatikan dan mengendalikan inflasi ini? Sangat penting. Sangat urgen karena dampak dari kenaikan inflasi yang tinggi itu akan berdampak ke masyarakat HST yang miskin dan rentan miskin,” Wabup Rosyadi menjawab pertanyaannya sendiri.

Rakor TPID HST ini juga dihadiri oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) HST, H Muhammad Yani. Ada pula Pembina Utama Muda Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab HST, Ahmad Zaid, unsur Forkopimda HST dan pihak terkait lainnya.

Wabup menyebut, akibat inflasi tinggi, maka warga yang miskin tidak bisa membeli sama sekali. Sedang yang rentan miskin berpikir belasan kali untuk membeli barang kebutuhan karena mahal.

“Barabai ini struktur ekonominya, menurut Ulun pribadi, tidak baik-baik saja. Lima persen lebih itu miskin, dan berapa angkanya yang rentan miskin? Angka 38% tambah 5% itu berapa, ya 43%,” urainya lagi seperti mengajak semua peserta untuk menelaah lebih jauh angka itu.

Menurut dia, angka 43% itu berarti hampir separuh penduduk HST berada dalam keadaan miskin. Karena itu, ia menekankan pentingnya semua pihak untuk menjaga stabilitas harga dan meningkatkan daya beli masyarakat.

Efek dari 43% angka kemiskinan tersebut, sebutnya, maka masyarakat yang rentan miskin bisa menjadi miskin. Lantaran itu, ia mengingatkan peserta Rakor perlu mengambil langkah-langkah nyata dan sesuai keadaan di lapangan.

Lantas, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setkab HST, Ahmad Zaid menyebut, pada tahun ini kepala daerah sudah membentuk tim khusus dan Standar Operating Procedure (SOP) pengendalian inflasi.

“Tim ini akan bekerja sesuai dengan tugas dan bidangnya masing-masing. Tujuannya agar pengendalian inflasi lebih terarah dari tahun-tahun sebelumnya,” ujar Ahmad Zaid.

Ia juga berharap, tiap bidang atau divisi terus memberikan masukan-masukan dan program-program riil berjangka panjang. Sehingga ke depannya ada langkah konkrit yang bisa diambil dalam menekan angka inflasi di Bumi Murakata, HST. (adv-msb/jjd)