Jumadil Abu Kaila, peserta dari Donggala, Sulawesi Tengah yang ingin berpartisipasi dalam turnamen panahan tradisional di kutim. (lintang ardhia/satumejanews.id)
Satumejanews.id. SANGATTA – Ratusan pserta turnamen panahan tradisional Bupati Cup Series 3 tahun 2025 ini, tak hanya dari Kalimantan Timur (Kaltim). Salah satunya Jumadil Abu Kaila dari Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng), siap meramaikan turnamen tersebut.
Jumadil mengaku rela menempuh perjalanan jauh demi ambil bagian dalam turnamen yang digelar Pemerintah Kutai Timur (Pemkab Kutim) bersama Federasi Seni Panahan Tradisional Indonesia (FESPATI) Kutim tersebut. Menurutnya, motivasi utama mengikuti kejuaraan ini bukan semata-mata mengejar prestasi, melainkan untuk mempererat ukhuwah dan silaturahmi antarpemanah dari berbagai daerah.
Selain ukhuwah, kecintaan terhadap olahraga panahan tradisional yang merupakan bagian dari olahraga sunah juga menjadi alasan kuat keikutsertaannya. Meski demikian, ia tidak menampik bahwa target prestasi tetap menjadi bagian dari semangat bertanding.
“Kalau juara tentu jadi harapan, tapi dalam panahan tradisional prestasi bukan yang utama. Yang utama itu ukhuwah. Prestasi itu perlu, tapi bukan segalanya,” tambahnya.

Jumadil juga memberikan apresiasi tinggi kepada panitia penyelenggara yang dinilai lebih memprioritaskan pembinaan generasi muda. Menurutnya, anak-anak adalah penerus olahraga panahan tradisional di masa depan.
“Kalau kami-kami ini mungkin lima tahun lagi sudah istirahat memanah. Tapi anak-anak ini masih panjang jalannya, mereka penerus kami,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap ke depan panitia dapat membuka kategori khusus perempuan atau akhwat dewasa. Ia menilai kehadiran kategori tersebut penting untuk mendorong partisipasi archer perempuan serta memperluas jejaring silaturahmi antardaerah.

Dalam kejuaraan ini, kontingen dari Sulawesi Tengah tercatat mengirimkan sekitar sembilan peserta. Rinciannya, tiga pemanah dewasa berasal dari Donggala, sementara peserta lainnya berasal dari Kota Palu yang terdiri dari tiga anak-anak dan tiga dewasa.
Antusiasme serupa juga datang dari peserta kategori anak-anak. Mubarok, pemanah muda asal Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, mengaku senang bisa datang ke Sangatta untuk mengikuti turnamen ini. Ia menyebut telah mempersiapkan diri dengan berlatih fokus agar mampu tampil maksimal di arena lomba.
“Saya sudah jauh-jauh ke Sangatta, semoga bisa masuk tiga besar,” ujar Mubarok penuh semangat.
Partisipasi peserta lintas daerah dan tingginya antusiasme atlet muda menjadi gambaran Kutim Traditional Archery Tournament Bupati Cup Series 3 Tahun 2025 bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan, silaturahmi, dan pelestarian olahraga panahan tradisional di tingkat regional hingga nasional.(tg)



























