
Satumejanews.id. KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab) Kutim akan berusaha menjadi salah satu daerah percontohan dalam penerapan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kalimantan Timur (Kaltim) ke depannya. Tentunya juga berusaha memenuhi indikator sebagai KLA tersebut.
“Untuk memenuhi target tersebut membutuhkan kerja bersama seluruh pihak. Di antaranya, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat hingga lembaga terkait perlu memiliki pemahaman yang sama mengenai pentingnya pemenuhan hak dan perlindungan anak,” kata Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim, Idham Cholid.
Menurutnya, masih terdapat sejumlah persoalan yang harus dibenahi. Di antaranya angka putus sekolah, stunting dan perkawinan anak yang masih menjadi perhatian dalam pencapaian KLA.
Karena itu, upaya membangun Kabupaten Layak Anak tidak cukup hanya dilakukan oleh DPPPA. Seluruh perangkat daerah memiliki peran sesuai tugas dan kewenangannya, sementara sekolah menjadi salah satu lingkungan penting dalam memastikan anak mendapatkan ruang tumbuh dan berkembang yang aman.
Salah satu langkah yang didorong adalah penerapan Sekolah Ramah Anak di seluruh satuan pendidikan di Kutim. Dengan jumlah sekolah yang mencapai lebih dari 800 satuan pendidikan, penerapan konsep tersebut diharapkan dapat menjadi gerakan bersama.
“Setelah sekolah punya label ramah anak, pasti secara otomatis nanti anak-anak juga punya karakter yang bagus, punya prestasi yang bagus,” ujarnya.
Idham berharap penerapan Sekolah Ramah Anak nantinya tidak berhenti pada pemenuhan administrasi atau pemberian label. Lebih dari itu, sekolah diharapkan benar-benar menjadi lingkungan yang memberikan rasa aman, nyaman dan mendukung pemenuhan hak anak.
Target tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Kutim memperkuat ekosistem perlindungan anak secara menyeluruh. Berbagai persoalan yang masih dihadapi diharapkan dapat ditangani melalui kolaborasi lintas sektor dan keterlibatan masyarakat.
Dengan penguatan program, sinergi antarinstansi dan keterlibatan satuan pendidikan, Kutim menargetkan pembangunan lingkungan yang semakin ramah bagi anak.
Harapannya, upaya tersebut tidak hanya memperbaiki capaian indikator KLA, tetapi juga menjadikan Kutim sebagai daerah yang memiliki praktik baik dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kaltim. (adv/sm2)



























