Beranda Kutai Timur Semua Desa Wajib Miliki PAUD, Bupati : Disdikbud Siapkan Guru dan Fasilitasnya

Semua Desa Wajib Miliki PAUD, Bupati : Disdikbud Siapkan Guru dan Fasilitasnya

361
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR — Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengatakan, semua desa diwajibkan memiliki fasilitas Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Untuk itu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) juga wajib menyiapkan guru maupun fasilitasnya.

Hal itu disampaikan orang nomor satu di Kutim ini, ketika membuka kegiatan Research Camp mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Kamis (29/10/2026).

Langkah ini tambahnya, sebagai salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim), melakukan pemerataan layanan pendidikan anak usia dini melalui program wajib belajar 13 tahun. Untuk itu, dipastikan setiap desa memiliki fasilitas PAUD yang didukung tenaga pendidik berkualifikasi sarjana.

Bupati meningatkan, para guru yang menempuh pendidikan sarjana PAUD agar memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya. Peningkatan kualifikasi guru menjadi bagian penting untuk memastikan anak-anak memperoleh pendidikan yang lebih berkualitas sejak usia dini.

Ardiansyah juga menyoroti pentingnya kesiapan guru dalam mendidik anak usia dini. Ia menilai tugas tersebut membutuhkan kompetensi dan kesungguhan karena pendidikan pada tahap awal turut membentuk karakter anak.

“Manfaatkan waktu yang pendek ini sehingga Bapak Ibu betul-betul mendapatkan hal yang terbaik untuk disiapkan diberikan kepada anak-anak didik kita,” pesannya.

Program pendidikan bagi guru PAUD tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkab Kutim meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor pendidikan. Melalui program beasiswa dan kerja sama dengan perguruan tinggi, pemerintah daerah membuka kesempatan bagi para pendidik untuk melanjutkan studi tanpa meninggalkan pengabdian mereka di lapangan.

Bunda PAUD Kutim Siti Robiah turut mengingatkan para guru agar tidak berhenti pada pencapaian gelar sarjana. Peningkatan kompetensi harus diikuti dengan perbaikan kualitas pembelajaran dan administrasi sekolah, termasuk pemenuhan akreditasi.

“Artinya kita tidak hanya mengejar gelarnya saja, tetapi kita meningkatkan sumber daya manusia kita, sehingga nantinya kita bisa memberikan yang terbaik bagi anak didik kita,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan kesempatan pendidikan yang diberikan pemerintah daerah. Menurutnya, peningkatan kualitas guru perlu berjalan beriringan dengan pembenahan mutu lembaga PAUD agar layanan pendidikan semakin baik.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kutim Mulyono menyebut peningkatan kualitas tenaga pendidik, kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat, serta penyediaan sarana dan prasarana sekolah menjadi bagian dari perhatian pemerintah daerah. Melalui penguatan kualifikasi guru dan pemerataan fasilitas PAUD, Pemkab Kutim berharap semakin banyak anak memperoleh layanan pendidikan yang layak sejak dini sebagai bekal menyongsong masa depan daerah.(tg)