Satumejanews.id. KUTAI TIMUR — Ketua Program Studi PGPAUD Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya Dr Gilar Gandana, mengatakan, selain penyelesaian skripsi, mahasiswa perlu memperhatikan persyaratan lain, termasuk sertifikasi kompetensi dan publikasi karya ilmiah.
“Tujuan kami hadir ke sini untuk melakukan bimbingan intensif supaya bulan Desember bisa lulus tepat waktu,” katanya, pada acara Research Camp mahasiswa Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim, Kamis (29/10/2026).
Dikatakan, pihak kampus menyampaikan bahwa pendampingan akan dilanjutkan untuk membantu peserta mempersiapkan tahapan akhir studi. Kehadirannya di Kutim, selain memberikan bimbingan intensif agar mahasiswa dapat menyelesaikan tugas akhir sesuai target. Pendampingan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi dan memfinalisasi penelitian sebelum memasuki tahap sidang.
Menurut Gilar, penyelesaian studi membutuhkan sinergi antara mahasiswa, dosen pembimbing, dan pemerintah daerah. Ia berharap para peserta mampu menjaga motivasi serta menuntaskan seluruh persyaratan akademik yang masih harus dipenuhi.

Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa mendapat pendampingan intensif untuk mematangkan penelitian dan menuntaskan skripsi. Kegiatan bertema “Cultivating Critical Minds, Strengthening Research and Achieving Academic Excellence” itu menjadi bagian dari upaya mempercepat penyelesaian studi para guru PAUD yang mengikuti program tersebut.
Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman saat membuka kegiatan mengingatkan para peserta agar memanfaatkan waktu pendampingan dengan serius. Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan skripsi dengan baik setelah menjalani proses perkuliahan yang telah berlangsung cukup lama.
Ardiansyah menyebut, program peningkatan kualifikasi pendidikan guru merupakan investasi bagi kualitas pendidikan di Kutim. Karena itu, kesempatan yang sudah diberikan pemerintah daerah harus dimanfaatkan hingga tuntas.
“Saya berterima kasih kepada Bapak Ibu yang meskipun sudah sebagian besar usianya sudah banyak tapi masih siap belajar,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa RPL PGPAUD UPI Kampus Tasikmalaya, Kustaniah dari Kecamatan Karangan, mengungkapkan, program beasiswa dari Pemkab Kutim menjadi kesempatan berharga bagi guru PAUD untuk meningkatkan kompetensi dan mengembangkan diri.
“Beasiswa ini bukan sekadar bantuan dana, melainkan sebuah kepercayaan bahwa guru-guru PAUD di daerah tanpa memandang usia layak untuk maju dan berkembang demi masa depan anak-anak usia dini di Kabupaten Kutai Timur ini,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan Research Camp tidak hanya membantu mahasiswa memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga melahirkan penelitian yang bermanfaat bagi perkembangan pendidikan anak usia dini di Kutim.
Kegiatan ini menjadi bagian dari kerja sama Pemkab Kutim melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan UPI dalam meningkatkan kualifikasi tenaga pendidik. Melalui pendampingan yang lebih terarah, para peserta diharapkan dapat menuntaskan studi sekaligus membawa pengetahuan yang diperoleh ke lingkungan sekolah masing-masing.(tg)

























