Oleh: Bert Toar Polii – Tukang Bridge
Pertandingan terakhir Kejurnas Antar Klub menghadirkan banyak kejutan. Turnamen yang mempertemukan klub-klub terbaik ini akhirnya melahirkan sebuah cerita menarik: AlunadSulutGO, yang hampir tidak lolos ke babak 8 besar, justru berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Djarum Super di babak final.
Perjalanan AlunandSulutGO benar-benar layak disebut sebagai salah satu kejutan terbesar dalam pertandingan kali ini.
Hampir saja mereka tidak masuk babak 8 besar karena berada di posisi terakhir klasemen. Dalam sistem pertandingan KO, kondisi tersebut membuat AlunandSulutGO otomatis menjadi salah satu tim yang bisa dipilih oleh tim yang berada di posisi atas.
Dan ternyata, Djarum Black yang berada di peringkat kedua memilih AlunandSulutGO sebagai lawannya.
Di sinilah cerita kejutan itu dimulai.
Djarum Black yang mungkin berharap mendapatkan lawan relatif lebih mudah justru harus mengakui keunggulan AlunandSulutGO. Tim yang hampir tersingkir tersebut malah berhasil membalikkan keadaan dan memastikan tiket ke babak semifinal.
AlunandSulutGO Kembali Membuat Kejutan. Di babak 4 besar, tantangan yang dihadapi AlunandSulutGO tidak menjadi lebih ringan.
Mereka harus menghadapi Preservasi, salah satu klub yang selama ini dikenal sebagai kekuatan dalam persaingan bridge nasional dan cukup sering tampil sebagai finalis di berbagai kejuaraan.
Namun AlunandSulutGO kembali menunjukkan bahwa posisi klasemen sebelumnya bukan jaminan ketika pertandingan memasuki babak KO.
Mereka berhasil melewati Preservasi dan melaju ke babak final.
Dari posisi hampir tersingkir, kemudian menyingkirkan Djarum Black dan Preservasi, AlunandSulutGO akhirnya mendapatkan kesempatan untuk memperebutkan gelar juara.
Djarum Super Juga Harus Berjuang Keras. Jalan Djarum Super menuju final juga tidak mudah.
Pada babak 8 besar, Djarum Super menghadapi Bridto RD dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat. Djarum Super hanya unggul 1 IMP untuk memastikan tempat di semifinal.
Di semifinal, lawan yang dihadapi adalah Raewaya Sulut. Sekali lagi pertandingan berlangsung sangat ketat. Djarum Super akhirnya menang dengan selisih hanya 3 IMP.
Dengan demikian, kedua tim yang bertemu di final sama-sama melewati jalan yang penuh tekanan.
AlunadSulutGO datang dengan momentum dari dua kemenangan penting, sementara Djarum Super harus melewati dua pertandingan yang ditentukan oleh margin sangat tipis.
Final Menjadi Milik AlunandSulutGO. Pada babak final, Djarum Super tampaknya sudah harus membayar mahal perjalanan panjang mereka.
Setelah menjalani dua pertandingan KO yang sangat ketat, stamina dan konsentrasi menjadi faktor penting. Beberapa kesalahan yang terjadi di meja terlihat sebagai kesalahan yang sebenarnya sangat mungkin dihindari apabila pemain berada dalam kondisi lebih segar dan fit.
Tetapi itulah seni pertandingan bridge. Bridge bukan hanya persoalan kartu, bidding dan play. Dalam pertandingan panjang, kemampuan mempertahankan konsentrasi, mengendalikan emosi dan menjaga stamina sampai papan terakhir juga menjadi bagian yang sangat menentukan.
AlunadSulutGO mampu memanfaatkan momentum tersebut dan akhirnya tampil sebagai juara Kejurnas Antar Klub.
ALUNANDSULUTGO – JUARA. Tim juara diperkuat oleh: Hendra Railis, Herry Gere (C), Nursamsi, Uyun Musa, Dirk Lumanow, dan Dennis Tirayoh.
DJARUM SUPER – PERINGKAT 2. Peraih medali perak: Bert Toar Polii, Sugeng Triworo, Santoso Sie, Conny F. Sumampouw, dan Rury Andhani.
RAEWAYA SULUT – PERINGKAT 3 : Mario Mambu, Ckif Tangkuman, Denny Palar, Vecky Manoppo, Harke Tulenan, dan Frangki Umboh.
PRESERVASI – PERINGKAT 4 : Vian Bitticaca, Michael F, Arie M, Youbert S, Syahrial Ali, dan Noldy R.
Catatan Prestasi Para Pemain. Hasil Kejurnas Antar Klub kali ini juga memberikan catatan menarik bagi beberapa pemain.
Conny F. Sumampouw dan Rury Andhani berhasil mengoleksi 3 medali emas dan 1 medali perak dari empat nomor yang mereka ikuti.
Sementara itu, Bert Toar Polii meraih 2 medali perak dan 2 Medali Perunggu dari 4 nomor yang diikutinya.
Pencapaian tersebut menunjukkan betapa ketatnya persaingan dan sekaligus tingginya konsistensi pemain-pemain yang mampu tampil di beberapa nomor selama rangkaian kejuaraan.
Klabat 1 Memimpin Kelompok Peringkat 1–4. Selain hasil pertandingan utama, terdapat pula klasifikasi berdasarkan kategori dan karakteristik tim.
Pada kelompok Klabat 1, susunan pemainnya adalah: Marthen Sompotan (PC), Thery Joseph, Ardiles Wongkar, Raynaldo Wongkar.
Sementara Bridto RD diperkuat: Alexander Mamesah, Stenly Runtu, Boy Roring, Arthur Kasenda, Jordy Moleong, dan Yeremia Paoki.
Bell In (M) diperkuat: Ahyar, Richo F. Masryan, Tenny Heriani, Syf Nurhasfiani, dan Kurnia Aulia.
Sedangkan Djarum Black terdiri dari: Anthony, Agus K, Paulus Sugandi, Jemmy Bojoh, dan Lesly Gontha.
Klasifikasi ini juga menjadi dasar munculnya penghargaan khusus untuk kategori Mixed dan Putri.
Djarum Bold Mixed Terbaik 1. Untuk kategori Mixed Team, penghargaan terbaik pertama diraih Djarum Bold (M).
Tim ini diperkuat: Kamto, Nettin, Ego, Monica, Galang, danYunita Fytry.
Djarum Bold (M) menjadi Mixed Team Terbaik 1. Klabat Mix Mixed Team Terbaik 2. Sementara Klabat Mix (M) menjadi Mixed Team Terbaik 2.
Pemainnya: Ever Slat (PC), Seska Nicolaas, Evan Ampow, Taliana Malonda, Kresto Hesky Lumintang, dan Rima Dorothea Mangundap.
Dua penghargaan tersebut menunjukkan bahwa persaingan tidak hanya berlangsung pada kategori Open, tetapi juga berkembang pada kategori Mixed.
Mahawu Bridge Club Tim Putri Terbaik. Untuk kategori putri, penghargaan Tim Putri Terbaik Antar Klub diraih oleh Mahawu Bridge Club (L).
Tim ini terdiri dari: Deisy Tumbelaka, Mareska Angkouw, Gladys Mandang, Glow Angelika Pangkerego, Irensya Preysi Lendeng, Chantika Olivia Moningka, dan Indah Tijow.
Prestasi ini menjadi salah satu catatan menarik dari Kejurnas Antar Klub karena Mahawu Bridge Club tidak hanya tampil melalui kategori putri, tetapi juga memiliki wakil kuat pada kelompok junior.
Mahawu Bridge Club Junior KU25 Terbaik. Pada kategori Junior KU25, kembali Mahawu Bridge Club (KU25) menjadi yang terbaik.
Tim junior ini terdiri dari: Christovel Semuel Kurnia Moningka, Zefanya Vieri Rainer Senduk, Duncan Donovan Dumanauw, Galilea F. E. Dumanauw, Christovel Kyrieeleison Katiandagho, Andi Nur Alamsyah Mallombassang, dan Royke Tangkawarouw (NPC).
Keberhasilan Mahawu Bridge Club di kategori Junior KU25 menjadi catatan penting karena pembinaan pemain muda merupakan bagian penting dari kesinambungan prestasi bridge.
Kejurnas yang Penuh Kejutan. Jika melihat keseluruhan hasil, Kejurnas Antar Klub kali ini memberikan banyak cerita. Yang paling menarik tentu perjalanan AlunandSulutGO.
Mereka hampir tidak lolos ke babak 8 besar. Ketika akhirnya lolos, mereka justru dipilih oleh Djarum Black. Bukannya tersingkir, AlunadSulutGO malah mengalahkan tim tersebut.
Berikutnya mereka menghadapi Preservasi, tim yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan di berbagai kejuaraan bridge. Lagi-lagi AlunadSulutGO menang.
Dan di final, mereka berhasil mengalahkan Djarum Super. Dari hampir tersingkir menjadi juara.
Inilah salah satu daya tarik sistem pertandingan KO dalam bridge. Begitu memasuki babak gugur, semua kembali dimulai dari meja pertandingan. Posisi klasemen sebelumnya tidak otomatis menentukan siapa yang akan melangkah lebih jauh.
Djarum Super juga memberikan pelajaran yang sama. Mereka berhasil melewati Bridto RD dengan selisih hanya 1 IMP, kemudian mengalahkan Raewaya Sulut hanya dengan keunggulan 3 IMP.
Artinya, beberapa IMP saja bisa menentukan apakah sebuah tim melanjutkan perjalanan atau harus berhenti.
Pada akhirnya, AlunandSulutGO berhasil memanfaatkan setiap kesempatan yang mereka dapatkan dan menutup Kejurnas Antar Klub dengan gelar juara.
Selamat untuk AlunandSulutGO!
Dan selamat pula kepada seluruh klub dan pemain yang telah membuat Kejurnas Antar Klub kali ini berlangsung penuh kejutan, drama dan cerita menarik.
Karena di bridge, pertandingan belum selesai sampai kartu terakhir dimainkan. ***


























