Beranda Kominfo Kutim Wabup Mahynadi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Harga Daging Ayam di Pasar Pengaruhi...

Wabup Mahynadi Ikuti Rakor Pengendalian Inflasi, Harga Daging Ayam di Pasar Pengaruhi Inflasi

372
0

Satumejanews.id. KUTAI TIMUR –  Meski harga ayam di tingkat peternal masih normal, namun saat sampai di pasar mencapai Rp 50 ribu per kilogram. Hal ini justru  mempengaruhi inflasi di daerah Kutai Timur (Kutim).

Hal tersebut mencuat ketika digelar Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dipimpin Mendagri Tito Karnavian. Kutim sendiri mengikuti acara itu secara daring dan dipimpin Wakil Bupati (Wabup) Mahyunadi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) serta instansi terkait lainnya, Senin (7/9/2026).

Dalam rakor itu juga mengemuka, ada 202 kabupaten/kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) daging ayam ras hingga 1 September 2026. Termasuk di dalamnya Kutai Timur (Kutim), lantaran harga ayam di pasaran mencapai Rp 50 ribu per kilogram.  Angka tersebut disertai kenaikan IPH sebesar 13,39 persen dan tercatat 25 persen di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).

Menanggapi kenaikan harga ayam itu,  Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan pemerintah daerah perlu melihat persoalan harga ayam dari sisi rantai pasok. “Kita harus teliti rantai pasokannya, guna mengetahui kenapa harga daging ayam di pasaran tinggi,” kata Mahyunadi usai mengikuti rakor.

Sebab, menurutnya, harga ayam di tingkat peternak masih berada pada kondisi normal. Namun, harga dapat meningkat ketika terjadi ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan.

“Kalau demand-nya tinggi, supply-nya kurang, maka harga pasti tinggi. Nah itu terkait supply and demand,” ujarnya.

Mahyunadi menyebut kondisi harga ayam yang mencapai Rp50 ribu per kilogram di tingkat pasar perlu ditelusuri lebih lanjut, terutama untuk mengetahui rantai distribusi yang menyebabkan perbedaan harga dari tingkat peternak hingga konsumen.

“Nanti dicek sama Disperindag. Mungkin karena ada rantai pasokannya yang harus kita awasi lagi,” jelasnya. (adv/tg)