Satumejanews.id. SANGATTA – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim terus menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, dalam menuntaskan program penurunan stunting di daerah ini. Salah satunya kerjasama dengan organisasi masyarakat (Ormas) maupun dunia usaha, dan dunia industri (DUDI).
Kepala Dinas PPKB Kutim Achmad Junaidi menegaskan, kolaborasi ini sangat penting. Seab, pihaknya tidak bisa bekerja sendiri dalam menjalan program pemerintah tersebut. Salah satunya melui Podcast Bangga Kencana yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai kalangan.
“Stunting bukan sekadar masalah kesehatan, tetapi juga isu sosial-ekonomi yang membutuhkan dukungan semua pihak. Melalui kolaborasi yang kuat antara semua pihak, kita bisa menciptakan inovasi nyata untuk meningkatkan gizi anak-anak dan kualitas hidup masyarakat Kutim,” ujarnya.
Hal itu juga terungkap saat dilaksanakan Podcast yang menghadirkan Ketua Baznas Kutim Masnip Sofwan, Selasa (4/11/2025). Pada kesempatan itu, Masnip menjelaskan strategi lembaganya dalam program penurunan stunting. Menurutnya, BAZNAS selalu berupaya menyalurkan bantuan yang tepat sasaran, khususnya bagi keluarga pra-sejahtera.
“Kami juga memfasilitasi program edukasi gizi, sehingga bantuan tidak hanya berupa makanan, tetapi juga pengetahuan untuk menjaga kesehatan anak-anak,” terang Masnip.
Hendra Kusuma Putra, CSR Officer PT Pamapersada Nusantara, yang juga narasumber menambahkan peran dunia usaha sangat penting dalam percepatan penurunan stunting.
“Perusahaan tidak hanya fokus pada profit, tetapi juga berkontribusi terhadap pembangunan sosial. Program CSR kami mendukung penyediaan gizi anak-anak, kesehatan ibu hamil, dan sarana pendidikan, yang semuanya bersinergi dengan program pemerintah daerah,” jelas Hendra.
Kemudian narasumber Galuh Boyo Munanto, Direktur Teknik PDAM Tirta Tuah Benua Kutim, menyoroti pentingnya akses air bersih sebagai fondasi upaya penurunan stunting.
“Air bersih dan sanitasi yang baik merupakan dasar kesehatan anak-anak. Dengan memastikan ketersediaan air aman di rumah tangga dan fasilitas publik, kita bisa mencegah berbagai penyakit yang berdampak pada pertumbuhan anak,” jelasnya.
Podcast ini juga menyoroti berbagai praktik baik dan inovasi yang telah dilakukan, seperti pendampingan gizi, pemberdayaan masyarakat, serta pemanfaatan dana CSR secara efektif. Semua narasumber sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci keberhasilan, karena setiap pihak memiliki peran unik dan saling melengkapi.
“Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah, dunia usaha, DUDI, dan masyarakat, Kutai Timur dapat menjadi contoh daerah yang berhasil menurunkan stunting secara signifikan,” tutup Junaidi. (adv/sm4)

























