Kabag Operasional dan Pengembangan PT. AMML HST, Abidin.
Satumejanews.id. BARABAI — Imbas musim kemarau di Hulu Sungai Tengah (HST) diakui belum memengaruhi produksi air bersih ke masyarakat. Setidaknya, PT Air Minum Murakata Lestari (AMML) HST yang mengelola dan mengolah air bersih itu memastikan pasokan air masih aman dan terkendali.
”Alhamdulillah, sementara ini ketersediaan air bersih di HST masih aman. Belum ada kendala, karena persediaan air baku masih cukup memenuhi keperluan pelanggan, dan kualitasnya juga masih sama seperti biasanya,” ucap Kepala Bagian (Kabag) Operasional dan Pengembangan PT AMML HST, Abidin.
Dijumpai awak media ini di ruang kerjanya, Selasa (13/10/2026), Abidin menyebut, pihaknya tetap mengantisipasi potensi penurunan debit air di beberapa titik DAS (daerah aliran sungai). Upaya itu dilakukan melalui penanganan teknis secara berkala di lapangan mengingat musim kemarau akan berlangsung lebih lama dari biasanya.

”Pada wilayah tertentu seperti misalnya di IKK (Instalasi Kota Kecamatan) Ilung, Kecamatan Batang Alai Utara (Batara), petugas melakukan pengerukan secara manual karena DAS di sana mengalami penyurutan akibat musim kemarau,” sebut Abidin.
PT AMML HST sendiri — BUMD yang diketahui mengelola dan mengolah air bersih ke masyarakat — menurut dia, saat ini mengandalkan lima unit IPA (instalasi pengolahan air) untuk melayani puluhan ribu pelanggan di berbagai wilayah kecamatan secara berkesinambungan.
Lima unit IPA tersebut berada di Kecamatan Barabai, Kota Barabai yang juga ibu kota Kabupaten HST. Lantas IPA Labuhan di Kecamatan Batang Alai Selatan (BAS), Kasarangan di Kecamatan Labuan Amas Utara (LAU), Haruyan di Kecamatan Haruyan, dan IPA Ilung di Kecamatan Batara.
”Semua IPA itu terus kita pantau kualitas dan kuantitas produksinya setiap hari,” jelas Abidin seraya menyebut, total pelanggan PT. AMML yang sudah terlayani air bersih saat ini kurang lebih 21.100 sambungan yang tersebar pada lima unit instalasi pengolahan tersebut.

Abidin menyebut, meski persediaan air tergolong masih aman, ia berharap musim kemarau segera berakhir. Berganti dengan musim hujan yang diharapkan segera datang, sehingga kondisi ketersediaan bahan baku air akan semakin lebih baik.
Tak cuma itu saja. Abidin pun mengimbau masyarakat pelanggan untuk bijak menggunakan air bersih. “Kepada seluruh pelanggan kami imbau untuk menggunakan air sehemat dan semaksimal mungkin. Sebab, semakin hemat pemakaian, maka pendistribusian ke ujung jaringan pipa bisa tetap terpenuhi,” tutupnya.
Musim kemarau sejak bulan Juni 2026 hingga sekarang terpantau membawa dampak tersendiri bagi warga HST. Warga “Bumi Murakata” ini tak hanya diusik kabut asap tebal akibat Karhutla, melainkan juga didera kebakaran perkampungan dan rumah penduduk seperti terjadi di Desa Jaranih, Kecamatan Pandawan, HST, belakangan ini.
Selain itu, sebagian warga yang jauh dari DAS juga mulai kesulitan air bersih. Sebab, sumur-sumur sudah kering kerontang, termasuk DAS Benawa yang membelah Kota Barabai juga surut dan sedimentasi tebal. Karena itu, warga HST — khususnya pelanggan PT. AMML — diimbau untuk menghemat air agar pelanggan lainnya tetap bisa kebagian air bersih. (adv-msb/jjd).


























